IHSG Diproyeksikan Lanjut Bearish, Uji Support 5.026

- IHSG diproyeksikan melanjutkan tren bearish setelah turun 3,49 persen ke 5.098,06, dengan potensi menguji support 5.026 lalu 4.942.
- Pelemahan rupiah, capital outflow, dan net sell asing Rp1,52 triliun—terutama pada saham perbankan—menjadi tekanan utama pasar domestik.
- Sentimen Jumat diperkirakan negatif dan volatil; indikator teknikal melemah, sementara pasar mencermati kebijakan The Fed, data ekonomi Indonesia, serta perkembangan BEI dan MSCI.
Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan melanjutkan tren bearish pada perdagangan Jumat (30/10), setelah ditutup tertekan 3,49 persen ke level 5.098,06.
Kemarin, IHSG mengalami tekanan jual terjadi meski The Fed mempertahankan suku bunga, seiring pelemahan rupiah yang sempat menyentuh Rp18.185 per dolar AS, berlanjutnya capital outflow, serta ketidakpastian terkait potensi penurunan klasifikasi pasar Indonesia oleh MSCI.
"Investor asing kembali mencatatkan net sell Rp1,52 triliun di pasar reguler, dengan tekanan besar pada saham perbankan seperti BBCA, BBRI, dan BMRI," kata Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda.
Dari eksternal, The Fed mempertahankan suku bunga di 3,75–4,00 persen. Namun, itu keputusan yang tidak bulat, dengan dua pejabat mendukung kenaikan 25 bps. Hal tersebut menunjukkan risiko pengetatan lanjutan masih terbuka.
Reza menilai, inflasi AS yang tetap tinggi turut mendorong pasar memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada Desember.
Sementara itu, tekanan rupiah dan arus modal asing menjadi risiko utama bagi pasar domestik. Ke depan, investor juga akan mencermati rilis data perdagangan Indonesia untuk September dan inflasi Oktober pada pekan depan, di samping perkembangan kebijakan BEI dan MSCI.
Secara teknikal, IHSG kembali melanjutkan tren bearish setelah menembus support 5.170 dan ditutup di 5.098. MACD masih negatif dan kembali menunjukkan pelemahan momentum, sementara harga berada jauh di bawah MA20 sekitar 5.646, menegaskan tren turun masih dominan.
"IHSG berpotensi menguji support Fibonacci di 5.026, kemudian 4.942," ujar Reza.
Daftar saham pilihan BRIDS hari ini adalah JARR, SSMS, dan CMRY.
Sementara, Mirae Asset Sekuritas mengatakan, secara teknikal, pergerakan IHSG membentuk candlestick long black closing marubozu, yang mengindikasikan bahwa tekanan jual kembali mendominasi pasar. Meskipun demikian, teridentifikasinya pola “wave (b)” mengindikasikan bahwa potensi penurunan pada indeks masih relatif terbatas.
Berdasarkan indikator teknikal, Stochastics K_D dan RSI sama-sama memberikan sinyal negatif, sementara volume perdagangan mengalami penurunan. "Dengan demikian, sentimen IHSG pada Jumat, 30 Oktober 2026, cenderung negatif dan volatil, dengan risiko tekanan lanjutan masih cukup besar, meskipun peluang technical rebound tetap terbuka," kata Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji.
Dari eksternal, para pelaku investor terhadap prospek monetisasi artificial intelligence (AI), dimana tekanan utama berasal dari saham Alphabet, induk Google, yang anjlok sekitar 12,6 persen setelah kinerja laba kuartalannya tidak memenuhi ekspektasi pasar. Itu menunjukkan bahwa investor mulai semakin selektif dalam menilai perusahaan teknologi yang agresif menggelontorkan capital expenditure (capex) untuk pengembangan AI.
Saham-saham pilihan Mirae adalah CMRY, PWON, dan UNVR.












