Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Laba ANTAM Naik 47,9 Persen, Emas Masih Jadi Penopang Utama

3 min read
Laba ANTAM Naik 47,9 Persen, Emas Masih Jadi Penopang Utama
Produk emas batangan tematik Imlek 2023 tiga dimensi (3D). (Doc: Antam)
  • ANTAM membukukan laba bersih Rp8,83 triliun pada Januari-September 2026, naik 47,9 persen secara tahunan; penjualan mencapai Rp88,48 triliun dan EBITDA Rp13,48 triliun.
  • Emas menjadi penopang utama dengan 77 persen total penjualan senilai Rp68,41 triliun, sementara volume penjualan mencapai 25.217 kg pada sembilan bulan pertama 2026.
  • Segmen nikel menyumbang Rp16,98 triliun dengan pertumbuhan 52 persen, sedangkan bauksit dan alumina menghasilkan Rp2,64 triliun, meningkat 35 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) mencatatkan laba bersih senilai Rp8,83 triliun pada periode Januari-September 2026, meningkat 47,9 persen (YoY) dari Rp5,97 triliun pada periode serupa di 2025. Laba bersih per saham dasar pun tumbuh 48 persen menjadi Rp367,78.

Penjualan ANTM juga naik 22,82 persen (YoY) menjadi Rp88,48 triliun. Sejalan dengan itu, perseroan turut membukan pertumbuhan EBITDA 45 persen (YoY) dari Rp9,33 triliun menjadi Rp13,48 triliun pada periode yang sama.

ANTM mempertahankan pertumbuhan kinerja melalui optimalisasi kinerja operasional dan penguatan strategi pemasaran, yang didukung oleh permintaan pasar. "Kami terus memperkuat fundamental bisnis melalui optimalisasi operasional, penguatan strategi komersial, serta pengembangan portofolio usaha untuk menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi perusahaan dan seluruh pemangku kepentingan," kata Direktur Utama ANTAM, Untung Budiharto, dikutip Rabu (28/10).

Berdasarkan segmen, produk emas menjadi kontributor terbesar penjualan ANTAM, dengan proporsi 77 persen terhadap total penjualan. Penjualan emas pun naik 17 persen menjadi Rp68,41 triliun.

Sejalan dengan upaya memperluas jangkauan pasar domestik, volume penjualan emas mencapai 25.217 kg (810.745 troy oz) pada 9 bulan awal 2026. Itu didukung oleh produksi emas dari tambang perusahaan yang mencapai 634 kg (20.384 troy oz).

Sementara itu, segmen nikel menyumbang sebesar 19 persen terahdap total penjualan ANTM pada 9 bulan awal 2026. Nilai pendapatan dari segmen itu mencapa Rp16,98 triliun, tumbuh 52 persen (YoY) dari Rp11,15 triliun.

Dari sisi operasional, perseroan terus mengoptimalkan kegiatan penambangan dan pengelolaan produksi. Sepanjang Januari-September 2026, produksi bijih nikel ANTAM mencapai 12,16 juta wet metric ton (wmt), dengan capaian penjualan bijih nikel pada 9M26 mencapai sebesar 10,73 juta wmt.

Pada periode yang sama, produksi feronikel sendiri berjumlah 11.638 ton nikel dalam feronikel (TNi). Itu didukung oleh stabilitas operasional serta ketersediaan bahan baku yang memadai. Secara kumulatif, penjualan feronikel pada periode tersebut tercatat sebesar 13.971 TNi, meningkat 71 persen (YoY) dari 8.182 TNi.

Kemudian, segmen bauksit dan alumina berkontribusi sebesar 3 persen terhadap total penjualan dengan nilai Rp2,64 triliun, meningkat 35 persen dibandingkan Rp1,95 triliun. Produksi bauksit pada Januari-September mencapai 2 juta wmt, sejalan dengan optimalisasi kegiatan penambangan dan pengelolaan operasi.

Di periode tersebut, penjualan bauksit tumbuh 49 persen menjadi 1,64 juta wmt, dari sebelumnya 1,10 juta wmt.

Sejalan dengan pengelolaan operasional pabrik CGA yang semakin optimal, produksi alumina (chemical grade alumina) pada Januari-September 2026 mencapai sebesar 153.399 ton alumina, meningkat 14 persen (YoY) dibandingkan capaian pada 9 bulan 2025 sebesar 134.224 ton alumina. Dari sisi penjualan, tercatat sebesar 146.642 ton alumina, meningkat 9 persen dibandingkan penjualan alumina pada 9M25sebesar 134.768 ton alumina.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More