Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

DBS Indonesia Bantah Rumor Merger dengan BCA

2 min read
DBS Indonesia Bantah Rumor Merger dengan BCA
Foto Ilustrasi Bank DBS/Dokumen Istimewa
  • Bank DBS Indonesia dan induknya, DBS Bank, membantah tegas rumor merger dengan BCA yang beredar di media.
  • Rumor muncul saat saham BBCA melonjak 7,65 persen ke Rp5.275, lalu terkoreksi 4,27 persen menjadi Rp5.050 pada Kamis siang.
  • Ini menjadi isu merger kedua yang menerpa BCA pada 2026; BCA sebelumnya juga membantah rumor akuisisi oleh Haji Isam.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Bank DBS Indonesia buka suara perihal isu merger dengan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang beredar di dunia maya.

Head of Group Marketing & Communication Bank DBS Indonesia, Mona Monika, membantah rumor tersebut. "Isu tersebut tidak benar adanya," katanya kepada Fortune Indonesia, Kamis (29/10).

Sebelumnya, DBS Bank selaku induk Bank DBS Indonesia juga telah menanggapi kabar ini.

"Rumor tersebut tidak benar," demikian keterangan dari Juru Bicara DBS Bank, dikutip dari The Straits Times.

Kemarin, Rabu (28/10), beredar rumor tentang merger antara dua bank swasta besar tersebut di media besar. Spekulasi tersebut mengudara di tengah lonjakan harga saham BBCA hingga 7,65 persen ke harga Rp5.275 pada akhir perdagangan Rabu.

Namun, per Kamis siang pukul 13.52 WIB, saham BBCA kembali terkoreksi 4,27 persen ke Rp5.050.

Spekulasi yang bersirkulasi di pasar menyebutkan, BCA akan menjadi entitas yang akan bertahan selepas merger tersebut. Di sisi lain, pemegang saham DBS Indonesia akan memperoleh saham baru BCA.

Ini merupakan isu merger kedua yang melingkupi BCA pada 2026. Sebelumnya, pada akhir September, BCA pun disebut akan dibeli oleh Andi Syamsudin Arsyad atau Haji Isam, seorang pengusaha asal Kalimantan.

Saat itu, BCA menepis kabar tersebut. "Sehubungan dengan informasi di media sosial terkait adanya rencana aksi korporasi tertentu terhadap BCA, dapat kami sampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar," kata Corporate Secretary BCA, Rudy Budiardjo.

BCA mengimbau nasabah dan masyarakat untuk mengakses informasi dari sumber-sumber yang resmi, baik dari situs resmi perusahaan maupun outlet media yang kredibel.

"BCA senantiasa beroperasi berdasarkan prinsip-prinsip kehati-hatian, berintegritas, dan sesuai regulasi yang berlaku," kata Rudy.

Bagaimana dengan tanggapan BBCA tentang rumor akuisisi dengan DBS? Fortune Indonesia telah menghubungi perwakilan perseroan untuk meminta tanggapan, tetapi belum mendapat respons hingga berita ini diterbitkan.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More