Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ranking Bank Sentral dengan Aset Terbesar di Dunia 2026
Ilustrasi Bank Indonesia (pexels.com/fajri nugroho)
  • Hong Kong Monetary Authority berada di peringkat pertama dengan aset 130,1% dari PDB.

  • Bank Indonesia berada di peringkat ke-17 dari 20 bank sentral, dengan rasio aset 19,1% terhadap PDB.

  • People’s Bank of China berada di posisi ke-11 dengan 34,4%, sedangkan Federal Reserve ke-16 dengan 21,2% terhadap PDB.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE – Data terbaru Bank for International Settlement (BIS) merangkum daftar bank sentral terbesar di dunia. Pemeringkatan itu disusun oleh Aneesh Anand berdasarkan total aset terbaru per kuartal I atau II 2026, dikutip Visual Capitalist.

Hong Kong Monetary Authority (HKMA) menempati posisi pertama dengan aset terbesar. Sementara itu, Indonesia berada di peringkat ke-17 dengan rasio 19,1 persen. Lebih lengkap, berikut daftar ranking bank sentral dengan aset terbesar di dunia 2026.

Ranking bank sentral dengan aset terbesar di dunia 2026

Perhitungan BIS terhadap aset sejumlah bank sentral mencakup emas dan cadangan devisa, surat utang pemerintah, tagihan kepada lembaga keuangan, serta aset tetap dan aset non keuangan lainnya.

Perbandingan dengan PBD juga digunakan untuk melihat besaran neraca bank dibandingkan ukuran perekonomian masing-masing negara. Indikator tersebut dipakai untuk memberikan gambaran mengenai perekonomian suatu negara atau wilayah. 

Berikut 20 ranking bank sentral dengan aset terbesar di dunia 2026 berdasarkan asetnya:

Tabel ranking bank sentral dengan aset terbesar di dunia

Ranking

Bank Sentral/Otoritas Moneter

Kawasan

Aset terhadap PDB

1. 

Hong Kong Monetary Authority

Hong Kong

130,1%

2. 

Swiss National Bank

Swiss

102,5%

3.

Monetary Authority of Singapore

Singapura

95,1%

4.

Bank of Japan

Jepang

94,4%

5.

Bank of Thailand

Thailand

55,3%

6.

Central Bank of the UAE

Uni Emirat Arab

47,1%

7.

Saudi Central Bank

Arab Saudi

40,6%

8.

European Central Bank

Eropa

39,0%

9.

Central Bank Brazil

Brasil

38,1%

10.

Bank of Israel

Israel

37,6%

11.

People’s Bank of China

China

34,4%

12.

National Bank of Poland

Polandia

30,5%

13.

Reserve Bank of India

India

26,1%

14.

Bank of England

Inggris

25,8%

15.

Bank of Korea

Korea Selatan

21,3%

16.

Federal Reserve System

Amerika Serikat

21,2%

17.

Bank Indonesia

Indonesia

19,1%

18.

Central Bank of the Republic of Turkiye

Turki

18,6%

19.

Bank of Mexico

Meksiko

14,7%

20.

Reserve Bank of Australia

Australia

12,9%

Bank sentral Hong Kong kokoh di urutan pertama

Hong Kong Monetary Authority atau HKMA berada di peringkat pertama dengan aset mencapai 130,1 persen terhadap PDB. Nilainya lebih besar dibandingkan seluruh barang dan jasa yang dihasilkan perekonomian Hong Kong dalam setahun terakhir.

Capaian tersebut tidak lepas dari peran bank sentral Hong Kong sebagai salah satu pusat keuangan global. Wilayah itu juga memiliki sistem moneter yang berbeda dari sebagian besar negara lainnya.

Dolar Hong Kong terikat dengan dolar AS lewat sistem nilai tukar tetap atau linked exchange rate system. Untuk itu, bank sentral Hong Kong harus mempunyai dukungan aset berdenominasi valuta asing dalam jumlah besar demi menjaga nilai tukar tersebut.

Hasilnya, cadangan valuta asing dan aset HKMA terkumpul sangat besar dibandingkan ukuran perekonomian nasional. Hal ini juga turut memengaruhi bank konvensional lainnya. Sejumlah bank yang berlisensi di Hong Kong memiliki total aset 26 triliun dolar Hong Kong pada 2025 berdasarkan data KPMG.

Sementara itu, Singapura dan Swiss pun dikenal memiliki aset terbesar di dunia. Kedua negara ini memiliki cadangan dan aset keuangan besar, sedangkan ukuran ekonominya relatif lebih kecil dibandingkanAS dan China.

Indonesia ada di peringkat ke-17 secara global

Indonesia menempati urutan ke-17 dari 20 bank sentral yang masuk dalam ranking bank sentral dengan aset terbesar 2026. Bank Indonesia tercatat memiliki rasio aset sebesar 19,1 persen dari PDB. 

Posisi tersebut berada di bawah AS sebesar 21,2 persen dan lebih tinggi dari Turki 18,6 persen. Namun, Indonesia masih berada di bawah bank sentral di kawasan Asia Tenggara, yakni Singapura dengan 95,1 persen di peringkat ketiga dan Thailand sebesar 55,3 persen di urutan kelima.

Perlu diingat, rasio terhadap PDB tidak langsung menandai kondisi ekonomi suatu negara lebih kuat atau lebih lemah secara otomatis. Besaran aset tersebut sangat bergantung pada kebijakan moneter yang dijalankan masing-masing negara.

Amerika Serikat dan China bukan yang terbesar

Data ranking bank sentral dengan aset terbesar di dunia menunjukkan posisi AS dan China yang menarik. Pasalnya, keduanya tidak masuk ke dalam daftar 10 teratas meski memiliki tingkat ekonomi terbesar di dunia.

People’s Bank of China memiliki rasio aset terhadap PDB sebesar 34,4 persen dan berada di posisi ke-11. Sebaliknya, The Federal Reserve menempati peringkat ke-16 dengan rasio 21,2 persen.

Kondisi tersebut disebabkan ukuran ekonomi yang sangat besar. Akibatnya, persentase aset bank sentral jauh lebih kecil ketika dibandingkan dengan PDB masing-masing negara. Karena itu, angka ini hanya memperlihatkan perbandingan antara aset bank sentral dan ukuran ekonomi setiap negara.

FAQ seputar ranking bank sentral dengan aset terbesar

Bank sentral mana yang memiliki aset terbesar?

Hong Kong Monetary Authority (HKMA) menempati posisi pertama dengan aset terbesar mencapai 130,1 persen terhadap PDB.

Di mana posisi Bank Indonesia?

Bank Indonesia berada di peringkat ke-17 dengan rasio sebesar 19,1 persen.

Apa saja empat bank sentral utama di dunia?

The Fed, European Central Bank, Bank of Japan, dan Bank of England sering dianggap sebagai bank sentral utama yang berpengaruh di dunia.

Mengapa ranking bank sentral dapat berubah?

Pemeringkatan dapat berubah karena perubahan emas dan cadangan devisa, surat utang pemerintah, dan sebagainya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article