Hong Kong Monetary Authority atau HKMA berada di peringkat pertama dengan aset mencapai 130,1 persen terhadap PDB. Nilainya lebih besar dibandingkan seluruh barang dan jasa yang dihasilkan perekonomian Hong Kong dalam setahun terakhir.
Capaian tersebut tidak lepas dari peran bank sentral Hong Kong sebagai salah satu pusat keuangan global. Wilayah itu juga memiliki sistem moneter yang berbeda dari sebagian besar negara lainnya.
Dolar Hong Kong terikat dengan dolar AS lewat sistem nilai tukar tetap atau linked exchange rate system. Untuk itu, bank sentral Hong Kong harus mempunyai dukungan aset berdenominasi valuta asing dalam jumlah besar demi menjaga nilai tukar tersebut.
Hasilnya, cadangan valuta asing dan aset HKMA terkumpul sangat besar dibandingkan ukuran perekonomian nasional. Hal ini juga turut memengaruhi bank konvensional lainnya. Sejumlah bank yang berlisensi di Hong Kong memiliki total aset 26 triliun dolar Hong Kong pada 2025 berdasarkan data KPMG.
Sementara itu, Singapura dan Swiss pun dikenal memiliki aset terbesar di dunia. Kedua negara ini memiliki cadangan dan aset keuangan besar, sedangkan ukuran ekonominya relatif lebih kecil dibandingkanAS dan China.