Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Bursa Efek Indoneia/Indonesia Stock Exchange (BEI/IDX)
Bursa Efek Indoneia/Indonesia Stock Exchange (BEI/IDX) (idxchannel.com)

Intinya sih...

  • IHSG 2025 sempat tertekan hingga 5.996 dan mengalami dua kali trading halt.

  • Pada semester kedua, IHSG bangkit dan mencetak 24 rekor ATH dengan puncak 8.711.

  • Kapitalisasi pasar BEI sempat menembus Rp16.000 triliun dengan likuiditas yang meningkat.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE Rekap IHSG 2025 mencerminkan pergerakan pasar saham Indonesia yang sangat dinamis, dengan volatilitas tinggi pada paruh pertama tahun sebelum berbalik menguat dan mencetak puluhan rekor baru di semester kedua.

Sepanjang 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan global signifikan, sempat terperosok ke level terendah 5.996, hingga akhirnya menutup tahun di kisaran historis.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat IHSG menutup perdagangan akhir 2025 di level 8.644,25 atau menguat 1,25 persen pada hari terakhir perdagangan.

Secara tahunan, indeks komposit mencatatkan kenaikan sekitar 22 persen, sekaligus mencetak 24 kali rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH), dengan puncaknya terjadi pada 8 Desember 2025 di level 8.711.

Tekanan global dan trading halt di paruh pertama 2025

Pada semester I/2025, pasar saham domestik berada dalam tekanan kuat akibat kombinasi faktor eksternal.

Direktur Utama BEI Iman Rachman menyampaikan bahwa eskalasi perang dagang, volatilitas nilai tukar, serta meningkatnya tensi geopolitik global memberikan dampak nyata terhadap pergerakan IHSG.

“IHSG mengalami koreksi yang cukup dalam dengan titik terendah di pertengahan Maret hingga awal April 2025 5.996 sehingga diberlakukan 2 kali trading halt,” ujar Iman dalam penutupan perdagangan saham 2025, Selasa (30/12/2025).

Koreksi tajam tersebut membuat perdagangan saham di BEI sempat dihentikan sementara sebanyak dua kali.

Level 5.996 yang tercapai pada 8 April 2025 menjadi titik terendah IHSG sepanjang tahun, sekaligus menandai fase tekanan paling berat bagi pasar modal Indonesia pada 2025.

Respons regulator dan pemulihan di semester kedua

Menghadapi tekanan tersebut, BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan seluruh Self-Regulatory Organization (SRO) mengambil sejumlah langkah stabilisasi.

Kebijakan yang ditempuh antara lain dialog intensif dengan pelaku pasar, relaksasi kebijakan buyback saham tanpa RUPS, penyesuaian mekanisme auto rejection bawah (ARB), serta penguatan pengawasan transaksi.

Langkah-langkah tersebut menjadi fondasi pemulihan pasar pada paruh kedua 2025. Memasuki semester II, IHSG berbalik menguat secara bertahap dan kembali mencetak rekor demi rekor.

Selain mencatat ATH di level 8.711, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia juga sempat menembus nilai tertinggi sepanjang sejarah di kisaran Rp16.000 triliun.

“Setahun ini IHSG 24 kali all time high. Jadi pencapaian ini tidak saja merupakan kerja dari OJK, SRO, dan Bursa, tapi sumbangsih kita semua, termasuk stakeholder pasar modal,” kata Iman.

Top leaders dan pemberat IHSG sepanjang 2025

Penguatan IHSG sepanjang 2025 ditopang oleh sejumlah saham dengan kenaikan signifikan.

Emiten yang menjadi penggerak utama antara lain DSSA yang melonjak 172,97 persen, DCII yang melesat 375,06 persen, BRPT naik 255,43 persen, dan BRMS menguat 217,92 persen. Saham berkapitalisasi besar seperti TLKM juga naik 28,41 persen, sementara ASII menguat 36,73 persen.

Di sisi lain, pergerakan IHSG turut dibebani oleh koreksi sejumlah saham besar. BBCA turun 16,54 persen, BYAN melemah 22,47 persen AMMN terkoreksi 24,19 persen, serta BBRI dan BMRI masing-masing turun di atas 10 persen.

Saham konsumsi dan komoditas seperti ICBP dan ADRO juga mencatatkan penurunan masing-masing 27,91 persen dan 25,51 persen sepanjang tahun.

Arus dana asing dan aktivitas pasar modal

Dari sisi investor, aliran dana asing menunjukkan perbaikan menjelang akhir tahun. Pada perdagangan terakhir 2025, investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp1,96 triliun, sehingga akumulasi net sell sepanjang tahun menyusut menjadi Rp16,40 triliun.

Aktivitas pasar modal juga tercermin dari peningkatan jumlah emiten dan transaksi. Hingga akhir 2025, jumlah perusahaan tercatat di BEI mencapai 956 emiten dengan total fundraising Rp278 triliun.

Sepanjang tahun, terdapat 26 perusahaan yang melantai di bursa, enam di antaranya berstatus lighthouse IPO, yakni RATU, CBDK, YUPI, EMAS, CDIA, dan SUPA.

Rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) bursa tercatat mencapai Rp18 triliun, melampaui target awal BEI sebesar Rp13,3 triliun dan menempatkan BEI dalam kategori bursa dengan transaksi harian di atas USD1 miliar.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Inarno Djajadi menilai kinerja pasar modal Indonesia sepanjang 2025 tetap solid di tengah ketidakpastian global, dengan resiliensi dan daya saing yang terus menguat.

FAQ seputar rekap IHSG 2025

Berapa kenaikan IHSG sepanjang 2025?

IHSG mencatatkan kenaikan tahunan sekitar 22 persen sepanjang 2025.

Kapan IHSG mencapai level terendah di 2025?

IHSG menyentuh level terendah 5.996 pada 8 April 2025.

Berapa kali IHSG mencetak rekor ATH pada 2025?

IHSG mencetak 24 kali rekor all time high sepanjang 2025.

Editorial Team