Jakarta, FORTUNE — Rekap IHSG 2025 mencerminkan pergerakan pasar saham Indonesia yang sangat dinamis, dengan volatilitas tinggi pada paruh pertama tahun sebelum berbalik menguat dan mencetak puluhan rekor baru di semester kedua.
Sepanjang 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan global signifikan, sempat terperosok ke level terendah 5.996, hingga akhirnya menutup tahun di kisaran historis.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat IHSG menutup perdagangan akhir 2025 di level 8.644,25 atau menguat 1,25 persen pada hari terakhir perdagangan.
Secara tahunan, indeks komposit mencatatkan kenaikan sekitar 22 persen, sekaligus mencetak 24 kali rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH), dengan puncaknya terjadi pada 8 Desember 2025 di level 8.711.
