Jakarta, FORTUNE - PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) menyelesaikan aksi Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD I atau Rights Issue I). Perseroan telah mengumpulkan dana sebesar Rp114,3 miliar.
Penghimpunan dana tersebut didukung penuh oleh pemegang saham utama RMKO, PT RMK Investama (RMKI), yang melaksanakan seluruh haknya serta partisipasi dari pemegang saham lainnya.
RMKI telah melaksanakan seluruh haknya sebanyak 308.564.114 HMETD dengan total nilai sebesar Rp108 miliar. "Hal ini menunjukkan kepercayaan dan dukungan kuat dari pemegang saham utama terhadap prospek pertumbuhan jangka panjang RMKO," kata Direktur Utama RMKO, William Saputra dalam keterangan resminya, Selasa (21/7).
Dana hasil right issue tersebut akan memperkuat posisi likuiditas RMKO untuk menyokong kegiatan operasional yang tengah berjalan. Secara detail, berikut ini alokasi penggunaan dana dari aksi korporasi itu berdasarkan prospektus:
Sekitar 62,5 persen untuk biaya bahan bakar untuk kegiatan operasi alat-alat berat, kendaraan, dan mesin dalam mendukung kegiatan usaha perseroan.
Sektiar 37,5 persen untuk biaya perbaikan dan pemeliharaan, termasuk di dalamnya pembelian suku cadang (sparepart) dan pelumas untuk alat-alat berat, kendaraan, dan mesin.
Direktur Keuangan RMKO, Elbert, menambahkan, pendanaan tersebut merupakan tonggak penting bagi perseroan menjaga keberlanjutan operasional dan memenuhi permintaan jasa pertambangan yang terus tumbuh. Dengan struktur modal kerja yang lebih kuat, RMKO optimis dapat mengeksekusi proyek-proyek infrastruktur pertambangan terintegrasi dengan lebih efisien.
“Dengan rampungnya right issue I ini, RMKO akan terus fokus pada penguatan fundamental bisnis serta peningkatan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan, sejalan dengan komitmen Perseroan dalam menjaga tata kelola perusahaan yang baik,” ujar Elbert.
Dikutip dari IDX Mobile, harga saham RMKO menguat 0,58 persen menjadi Rp344 pada akhir perdagangan Selasa. Volume transaksinya mencapai 10,8 juta unit saham, dengan nilai transaksi Rp3,73 miliar, dan frekuensi transaksi 1.350 kali.
