Jakarta, FORTUNE - Saham HSC (High Shareholding Concentration) bertambah 1 emiten. Kini, terdapat 10 saham dalam daftar HSC di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Emiten terbaru yang sahamnya masuk ke dalam daftar HSC adalah PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA), yang baru saja IPO pada 10 April 2026.
"Berdasarkan metodologi penentuan kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atas struktur kepemilikan saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat per 7 Mei 2026, saham perseroan dimiliki oleh sejumlah tertentu pemegang saham yang secara agregat menguasai 95,82 persen dari total saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat WBSA," jelas Direktur PT BEI, Kristian S. Manullang dan Direktur PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Eqy Essiqy dalam pengumumannya, dikutip Senin (11/5).
Daftar HSC saham sendiri mengacu pada lis berisi saham-saham yang mayoritas kepemilikannya terfokus pada beberapa pihak atau kelompok afiliasi tertentu.
Dari seluruh saham WBSA, hanya 4,18 persen yang kepemilikannya berada di investor ritel yang tidak terafiliasi dengan perseroan. Di sisi lain, data bursa menunjukkan bahwa free float perseroan masih berada di level 20,75 persen.
Kendati demikian, pengumuman itu tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku di bidang pasar modal.
Berdasarkan laporan pemegang saham di atas 1 persen dari KSEI per akhir April 2026, terdapat 4 pihak dalam struktur kepemilikan saham WBSA, yakni:
Tiga Beruang Kalifornia Pte. Ltd.: 6,85 miliar saham atau 79,01 persen.
Zivo Trust (S) Ltd.: 324,17 juta saham atau 3,74 persen.
Lion Trust (Singapore) Limited: 356,89 juta saham atau 4,11 persen.
Caerdydd Investments Pte. Ltd.: 422,14 juta saham atau 4,87 persen.
Saham WBSA melemah 9,96 persen ke harga Rp1.175 pada Senin pukul 14.50 WIB. Saat ini, saham perseroan juga masih masuk dalam papan pemantauan khusus.
