Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
investasi saham, obligasi negara, surat berharga negara
ilustrasi investasi (unsplash.com/Christian Dubovan)

Intinya sih...

  • Yield SBN 10 tahun stabil di kisaran 6 persen pada awal 2026.

  • Penjualan SBN ritel 2025 melampaui target dan menjadi dasar minat investor 2026.

  • Pemerintah menyiapkan penerbitan SBN ritel sepanjang dua semester di 2026.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE — Memasuki tahun 2026, pemerintah terus menjaga stabilitas pasar keuangan di tengah dinamika global, salah satunya melalui penerbitan Surat Berharga Negara (SBN).

Di awal tahun, pergerakan yield SBN dan aliran modal asing menjadi indikator penting yang diperhatikan investor, seiring tren suku bunga global dan nilai tukar rupiah.

Bank Indonesia (BI) dalam rilis resminya menyampaikan bahwa pada akhir perdagangan 31 Desember 2025, yield SBN tenor 10 tahun berada di level 6,05 persen, sementara rupiah ditutup di Rp16.670 per dolar AS.

Pada pembukaan 2 Januari 2026, yield SBN 10 tahun relatif stabil di 6,04 persen, mencerminkan kondisi pasar obligasi yang tetap terjaga di awal tahun berjalan.

Kondisi pasar SBN memasuki 2026

Dari sisi arus modal, BI mencatat bahwa sepanjang 29–31 Desember 2025, investor nonresiden membukukan beli neto Rp1,66 triliun di pasar SBN. Premi credit default swap (CDS) Indonesia tenor 5 tahun per 1 Januari 2026 juga tercatat 67,78 basis poin, turun dibandingkan posisi akhir Desember 2025.

Secara tahunan, sepanjang 2025 nonresiden mencatat beli neto Rp2,01 triliun di pasar SBN, meskipun terjadi jual neto di pasar saham dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Data tersebut menunjukkan bahwa SBN tetap menjadi instrumen yang diminati di tengah volatilitas global.

Kinerja SBN ritel 2025 jadi fondasi 2026

Minat investor ritel terhadap SBN tercermin dari realisasi penjualan sepanjang 2025 yang mencapai Rp152,7 triliun, melampaui target pemerintah sebesar Rp150 triliun. Pemerintah menerbitkan 7 seri SBN ritel, mulai dari ORI, SR, SBR, hingga ST, dengan total partisipasi 431.832 investor, termasuk 113.662 investor baru.

Beberapa seri bahkan habis terjual sebelum masa penawaran berakhir. Kondisi ini menjadi dasar bagi investor untuk mencermati peluang SBN 2026, terutama di tengah tren suku bunga yang relatif lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya.

Cara beli SBN 2026 secara online

Berikut panduan cara beli SBN 2026 beserta informasi lain yang penting diketahui.

1. Pilih mitra distribusi resmi

Investor dapat membeli SBN melalui bank, perusahaan sekuritas, atau platform fintech yang ditunjuk pemerintah. Beberapa mitra distribusi populer di antaranya:

  • Bank: BCA, BNI, BRI, BTN, Mandiri, dan lainnya

  • Sekuritas: Danareksa, Mandiri Sekuritas, Trimegah

  • Fintech: Bareksa, Bibit, Investree, Tanamduit

2. Registrasi akun

Calon investor melakukan pendaftaran dengan menyiapkan KTP elektronik, rekening bank, email aktif, dan nomor ponsel. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Kunjungi website atau aplikasi mitra distribusi

  2. Pilih menu SBN atau Obligasi Negara

  3. Klik daftar atau registrasi

  4. Isi data diri sesuai KTP

  5. Upload foto KTP

  6. Upload selfie dengan KTP

  7. Isi data rekening bank

  8. Tunggu verifikasi (biasanya 1×24 jam)

3. Pemesanan SBN

Setelah terverifikasi dan masa penawaran dibuka, investor dapat memilih seri SBN serta memasukkan nominal pembelian minimal Rp1 juta, kemudian menunggu konfirmasi pembayaran.

4. Pembayaran

Pembayaran dilakukan melalui transfer atau virtual account sesuai instruksi mitra distribusi. Pastikan pembayaran dilakukan sebelum batas waktu yang ditentukan, serta simpan bukti pembayaran.

5. Setelmen dan kupon

Tunggu konfirmasi pembayaran dari mitra distribusi. Pada tanggal setelmen, SBN akan tercatat di rekening investor dan kupon dibayarkan setiap bulan. Investor dapat mengecek portofolio melalui aplikasi mitra distribusi

Jenis SBN ritel yang ditawarkan

Pemerintah menerbitkan beberapa jenis SBN ritel dengan karakteristik berbeda, antara lain:

  • ORI dan SR: kupon tetap, tenor 3 tahun, dapat diperdagangkan.

  • SBR dan ST: kupon mengambang dengan batas minimal (floating with floor), tenor 2 tahun, tidak diperdagangkan.

Seluruh SBN ritel dijamin 100 persen oleh pemerintah, baik pokok maupun kuponnya.

Jadwal penerbitan SBN 2026

Berdasarkan pola penerbitan tahun-tahun sebelumnya, berikut estimasi jadwal SBN 2026:

Semester I 2026

  • ORI: Februari–Maret

  • SR: Maret–April

  • SBR: April–Mei

  • ST: Mei–Juni

Semester II 2026

  • ORI: Agustus–September

  • SR: September–Oktober

  • SBR: Oktober–November

  • ST: November–Desember

Jadwal resmi akan diumumkan oleh Kementerian Keuangan bersama mitra distribusi melalui situs web serta media sosial resmi.

Peran SBN dalam portofolio 2026

Dengan stabilitas yield dan jaminan negara, SBN tetap menjadi instrumen yang banyak dimanfaatkan investor sebagai sumber pendapatan rutin dan diversifikasi portofolio, terutama di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung.

FAQ seputar SBN 2026

Apa itu SBN 2026?

SBN 2026 adalah surat utang negara yang diterbitkan pemerintah sepanjang tahun 2026, termasuk seri ritel.

Berapa minimal pembelian SBN ritel?

Minimal pembelian SBN ritel adalah Rp1 juta per seri.

Di mana investor bisa membeli SBN 2026?

SBN dapat dibeli melalui mitra distribusi resmi seperti bank, sekuritas, dan platform fintech.

Editorial Team