Comscore Tracker
MARKET

IHSG Diramal Masih Bertenaga, Berkat Rilis Kinerja dan Dividen Emiten

Namun, tingginya volatilitas juga berpotensi menekan IHSG.

IHSG Diramal Masih Bertenaga, Berkat Rilis Kinerja dan Dividen EmitenKaryawan melintas di dekat layar yang menampilkan pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (8/10/2021). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/aww.

by Tanayastri Dini Isna KH

Jakarta, FORTUNE – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi masih akan melanjutkan penguatan pada Kamis (9/6). Meski begitu,tingginya volatilitas pasar dan beberapa sentimen global masih berisiko mempengaruhi laju indeks. 

Analis Riset Artha Sekuritas Indonesia, Dennies Christoper mengatakan, secara teknikal IHSG menunjukan tren penguatan. Penopang pergerakan IHSG hari ini antara lain karena masih berlangsungnya musim panen dividen dan rilis kinerja kuartal pertama 2022.

Karena itu, Dennies memprediksi IHSG akan melaju di rentang support 7.088 dan 7.036 serta resisten 7.206 dan 7.272. Beberapa saham pilihan yang menarik dipantau menurutnya yaitu: HMSP, BSDE, PTPP, TLKM, UNVR, BMRI, BBCA, BBRI, ADHI, dan WIKA.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus berpendapat senada. Ia memprediksi IHSG akan menguat terbatas di kisaran 7.107–7.285 dnegan beberapa saham pilihan sektpr perbakan seperti BBRI, HMSP, dan MEDC. 

Dari segi teknikal, Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova menuturkan IHSG berpeluang naik ke 7.300 jika mampu menghadapi resisten di level 7.232 yang terbentuk oleh level Fibonacci Retracement 85,4 persen dari wave [a]. 

Adapun, level support IHSG berada di 7.050, 6.957, dan 6.872. Sementara level resisten berada di 7.232, 7.300, dan 7.355. Sejumlah saham yang Ivan soroti, antara lain: ANTM, BBTN, EMTK, INCO, dan MDKA.

Risiko tekanan dan peluang koreksi IHSG

Di sisi lain, Analisis MNC Sekuritas memproyeksikan IHSG rawan terkoreksi dan menguji 6.960–7.030 selama belum bisa menembus resisten 7.233. Karena, itu menunjukkan bahwa IHSG berada di awal wave [b] pada label hitam.

“Namun, apabila IHSG berhasil menembus resistennya, maka akan membentuk wave (v) dan wave [a] pada lavel merah untuk menguji 7.293–7.332,” jelas tim analis MNC Sekuritas.

Adapun, level support IHSG hari ini berada di 7.056 dan 6.930. Sementara itu, resisten berada di 7.233 dan 7.267. ACES, BBRI, PGAS, dan WEGE jadi saham pilihan mereka hari ini.

Sebelumnya, IHSG menutup perdagangan Rabu (8/6) di level 7.141,04; menguat 0,62 persen berkat pertumbuhan positif dari kinerja emiten di awal tahun sehingga sentimen global pun sedikit terabaikan.

Terlebih Bank Dunia mengatakan sejumlah negara terancam resesi dalam waktu dekat karena perang antara Rusia dengan Ukraina hingga lockdown di China.
Namun, Indonesia bisa  lepas dari ancaman resesi dan cukup resilien. 

Alhasil, Bank Dunia memproyeksi ekonomi tetap tumbuh 5,1 persen tahun ini berkat ekspor komoditas yang kuat. 

Related Articles