MARKET

IHSG Diwarnai Profit Taking, Waspada Koreksi di Pekan Pendek

Pasar akan mencermati rilis data ekonomi pekan ini.

IHSG Diwarnai Profit Taking, Waspada Koreksi di Pekan PendekKaryawan melintas di dekat layar yang menampilkan pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (8/10/2021). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/aww.
13 March 2024
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (Ihsg) diperkirakan dibayangi oleh aksi pengambilan keuntungan (profit taking) pada Rabu (13/3), setelah mencetak level tertinggi atau all time high sepanjang 2024 pada Jumat (8/3).

Menurut Head of Research Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan, para investor mesti mewaspadai level 7.350 sebagai pivot dan level psikologis di 7.300 sebagai level support level terdekat saat ini.

"Resisten diperkirakan berada di kisaran 7.400-7.430," katanya dalam riset harian.

Valdy memproyeksikan IHSG hari ini dipengaruhi sentimen dari eksternal dan domestik. Pertama, dari eksternal, pasar mungkin merespons beragam realisasi inflasi di Amerika Serikat (AS). Inflasi di AS berada di 3.2 persen (YoY) pada Februari 2024, lebih tinggi dari perkiraan di 3.1 persen (YoY).

Sejalan dengan kondisi tersebut, penjualan ritel AS diperkirakan tumbuh 0.8 persen (MoM) pada Februari 2024 dari koreksi sebesar 0.8 persen (MoM) pada bulan sebelumnya.

"Meski terdapat indikasi perbaikan konsumsi, data itu dinilai belum cukup signifikan untuk merubah ekspektasi pemangkasan sukubunga acuan oleh the Fed di FOMC Juni 2024," kata Valdy.

Sementara dari dalam negeri, data ekonomi terdekat yang berpotensi mempengaruhi IHSG adalah Neraca perdagangan Indonesia (NPI) yang dijadwalkan rilis pada akhir pekan ini (15/3).

Dengan proyeksi teknikal dan sentimen-sentimen itu, Phintraco Sekuritas menyoroti AMRT, ACES, ICBP, INDF, BBRI, dan JSMR pada perdagangan hari ini.

Sama seperti Valdy, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Indri Liftiany menyebut, pekan ini aksi profit taking masih mewarnai IHSG karena pasar saham mengalami rally pada minggu lalu.

Lebih lanjut, menurutnya, data ekonomi eksternal dan domestik saat ini masih menunjukkan kondisi yang kuat, tetapi masih jauh dari ekspektasi pasar. Pelaku pasar pun masih akan mencermati sejumlah data ekonomi yang akan dirilis, serta proyeksi kebijakan yang akan diambil untuk menanggapinya. Oleh karena itu, ia memproyeksikan IHSG bergerak sideways dalam sepekan ini. 

"Selain itu, perdagangan saham dalam minggu ini berlangsung sempit, hanya 3 hari bursa saja," ujar Indri dalam keterangan kepada Fortune Indonesia.

Saham-saham yang IPOT soroti sepanjang perdagangan minggu ini, meliputi: BBNI, CPIN, dan BBTN.

Related Topics