Comscore Tracker
MARKET

Manuver Indika Energy Ekspansi di Luar Bisnis Batu Bara

Indika Energy masuk ke bisnis minyak atsiri dan kesehatan.

Manuver Indika Energy Ekspansi di Luar Bisnis Batu BaraArsjad Rasjid

by Tanayastri Dini Isna KH

Jakarta, FORTUNE – PT Indika Energy Tbk (INDY) kembali memperluas lini usahanya. Kali ini, perusahaan energi itu mulai memasuki bisnis minyak atsiri dan kesehatan. Perseroan mengucurkan investasi sekitar Rp211,12 miliar.

Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Rabu (25/1), Indika Energy melakukan itu melalui dua anak usahanya, yakni PT Indika Multi Properti (IMP), PT Bioneer Indika Group (BIG), dan PT PT Indika Media Nusantara (IMAN). Anak usaha pertama menanamkan modal di industri minyak atsiri melalui penyertaan modal ke PT Natura Aromatik Nusantara (NAN). Sementara itu, dua entitas anak lainnya sama-sama berkongsi mendirikan PT Bioneer Indika Diagnostik (BID).

Adapun, Indika Energy melakukan kedua transaksi itu pada 19 Januari 2023. Berikut ini perincian informasi terkait nilai investasi, persentase kepemilikan saham, serta dampak dari investasi Indika di perusahaan-perusahaan tersebut.

Ekspansi Indika di bisnis minyak atsiri dan kesehatan

  • Industri minyak atsiri

Indika Multi Properti telah menyuntikkan modal ke Natura Aromatik Nusantara, perseroan terbatas di industri minyak atsiri. Nantinya, perseroan akan mengambil alih saham-saham baru dan dari pemegang saham saat ini. Adapun, total nilai transaksinya hampir Rp179,62 miliar.

Setelah penyertaan saham berlaku sudah efektif, maka IMP akan menguasai 46 persen saham di NAN. “Ini merupakan langkah strategis perseroan secara grup untuk berekspansi usaha ke industri minyak atsiri di Indonesia,” tulis Sekretaris Perusahaan INDY, Adi Pramono.

  • Industri kesehatan

Berbeda dengan ekspansi ke industri sebelumnya, Indika Energy akan mendirikan perusahan patungan, BID. Nantinya, cucu usaha Indika itu akan menjalankan usaha di bidang distribusi alat kesehatan.

Adapun, berikut adalah susunan pemegang saham BID:

- PT Bioneer Indika Group: Rp31,48 miliar atau hampir 99,97 persen.

- PT Indika Medika Nusantara: Rp10 juta atau 0,03 persen.

Pendirian BID telah tertuang dalam akta pendirian nomor 35 per 19 Januari 2023. Saat ini, akta permohonan itu sedang dalam tahap permohonan perubahan data perseroan kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

Ini bukan kali pertama Indika Energy berekspansi ke luar bisnis energi—tepatnya batu bara. Sebelumnya, perseroan juga telah merogoh investasi US$5 juta demi membeli seluruh saham PT Perkasa Investama Mineral (PIM) melalui PT Indika Mineral Investindo pada September 2022. Tujuannya, menjajaki bisnis mineral bauksit.

Related Articles