MARKET

Pekan Pendek Diwarnai Sentimen, IHSG Cenderung Sideways

Setidaknya ada empat sentimen di pekan pendek ini.

Pekan Pendek Diwarnai Sentimen, IHSG Cenderung SidewaysPerdagangan IHSG setelah lebaran. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/pras)

by Tanayastri Dini Isna KH

06 February 2024

Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (Ihsg) diprediksi bergerak sideways pada Selasa (6/2), setelah ditutup melemah 0,55 persen di level 7.198,61.

Menurut Head of Research Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan, IHSG akan melaju di kisaran 7.175 sampai 7.250 hari ini. Secara teknikal, Stochastic RSI mulai bergerak turun dari overbought area bersamaan dengan pergerakan Senin (5/2).

"Hal ini memperkuat kecenderungan konsolidasi lanjutan," katanya dalam riset harian.

Pasar masih mencerna realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5.05 persen (YoY) pada 2023, lebih lambat dari 2022 (5.31 persen, YoY). Meski demikian, realisasi Q4-2023 di 5.04 persen (YoY), lebih tinggi dari perkiraan di 5 persen (YoY). Pasar tampaknya memiliki ekspektasi pertumbuhan ekonomi 2023 yang lebih tinggi dari realisasi tersebut.

Faktor lain yang menekan IHSG adalah kecenderungan pasar untuk lebih berhati-hati di pekan pendek ini karena libur panjang akhir pekan. Sementara itu,  Tiongkok dijadwalkan rilis data inflasi di Kamis (8/2) yang berpotensi mempengaruhi pergerakan indeks-indeks regional di akhir pekan ini.

Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG melaju di kisaran support 7.175, pivot 7.250, dan resisten di 7.330. Saham-saham pilihannya hari ini, meliputi ESSA, KLBF, DSNG, AKRA, MAPA dan SSMS.

Senada dengan Valdy, Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova mengatakan IHSG gagal menembus ke atas 7.281 pada hari Senin dan ditutup di bawah garis SMA-20 lagi pada chart harian.

"Yang menandakan adanya peluang untuk melemah menuju 7.100-7.150," kata Ivan dalam riset hariannya.

Adapun, level support IHSG berada di 7.099, 7.021, 6.931, dan 6.803. Sementara level resistennya di 7.281, 7.300, 7.422, dan 7.503. Berdasarkan indikator MACD dalam kondisi netral.

Ivan memproyeksikan IHSG melemah di rentang support 7.155 dan resisten di 7.235. Saham-saham pilihannya hari ini, terdiri dari: AMRT, ARTO, BBNI, ICBP, dan KLBF.

Sentimen IHSG di pekan pendek ini

Community Lead PT Indo Premier Sekuritas Angga Septianus mengatakan, ada 4 sentimen yang wajib diperhatikan para trader yakni: Pemilu 2024, rilis Data GDP Growth Rate QoQ & YoY Indonesia, inflasi Cina, dan neraca dagang AS.

Angga menegaskan ketidakpastian hasil pemilu dan potensi pengunduran Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan akan menghambat aliran dana asing, sementara terkait rilis Data GDP Growth Rate QoQ & YoY Indonesia, ekspektasi QoQ melemah tapi YoY menguat.

Terkait sentimen inflasi Cina, saat ini masih deflasi. "Ekspektasi Inflation Rate YoY meningkat tapi MoM masih turun. Kalau di atas ekspektasi kemungkinan disambut positif oleh pasar," katanya.

Ia menambahkan, sentimen dari AS yang wajib diperhatikan minggu ini yakni PMI jasa yang ekspektasi naik dan neraca dagang yang relatif stabil.

Dengan sentimen-sentimen tersebut, saham-saham pilihan Indo Premier di pekan pendek ini terdiri dari: TSPC, ARKO, dan PANI.