MARKET

Waspada Koreksi IHSG Berlanjut, Sektor Ini Bisa Jadi Pilihan

IHSG diprediksi bergerak variatif cenderung melemah.

Waspada Koreksi IHSG Berlanjut, Sektor Ini Bisa Jadi PilihanPerdagangan IHSG setelah lebaran. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/pras)
12 December 2023
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (Ihsg) diprediksi tertekan lagi, Selasa (12/12), setelah ditutup melemah 0,99 persen ke level 7.088,78 kemarin sore.

CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya Wijaya menjelaskan, perkembangan pergerakan IHSG saat ini terlihat kembali ke rentang konsolidasi setelah mengalami kenaikan jangka pendek beberapa waktu sebelumnya.

Sementara itu, perkembangan pola gerak IHSG masih menunjukan tren positif dalam jangka panjang. Tapi, fluktuasi harga komoditas dan pergerakan nilai tukar rupiah jadi salah satu faktor yang bisa mempengaruhi pola gerak IHSG dalam jangka pendek.

"Selain itu masih tercatatnya capital outflow secara ytd yang cukup signifikan hingga saat ini turut memberikan sentimen negatif bagi pergerakan IHSG," jelasnya dalam riset harian kepada pers.

William memprediksi IHSG bergerak di kisaran support 6.954 dan resisten di 7.174. Saham-saham pilihannya, meliputi: TBIG, BSDE, AKRA, BMRI, INDF, BBNI, dan TLKM.

Lebih lanjut, Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG masih relatif konsolidatif dengan pergerakan di rentang 7.050-7.100 pada Selasa ini. Sebab, secara teknikal, pelemahan yang terjadi kemarin tergolong sebagai normal pullback seiring dengan terbentuknya death cross di overbought area di Stochastic RSI.

Menurut Head of Research Phintraco Sekuritas, Valdy K, saham-saham bank, terutama yang berkapitalisasi besar, menjaga peluang rebound menjelang rilis hasil pertemuan The Fed dan Bank Sentral Eropa pada pekan ini. DItambah dengan RDG Bank Indonesia di pekan depan. Sebab, bank-bank sentral itu diperkirakan menahan suku bunga acuannya untuk pertemuan Desember 2023.

"Pelaku pasar bahkan mulai mempertimbangkan peluang pemangkasan suku bunga acuan The Fed, paling cepat di kuartal II 2024," tulis Valdy dalam risetnya.

Ia sendiri menyoroti saham-saham milik empat besar sektor perbankan, yakni BBNI, BBCA, BBRI, dan BMRI. Selain itu, ia juga memilih saham AKRA, MTEL, INDF, dan JPFA.

Sementara itu, Tim Riset Ritel CGS-CIMB Sekuritas Indonesia memproyeksikan IHSG bergerak variatif cenderung melemah dengan rentang support di 7.035 dan 6.980, serta resisten di 7.145 dan 7.200. Saham-saham pilihannya, terdiri dari: BBYB, AGRO, TLKM, BMRI, BBNI, dan AMMN.

Indeks di Wall Street yang kembali menguat sejalan dengan optimisme bahwa The Fed tak akan menaikkan suku bunga acuan diproyeksi akan jadi sentimen positif di pasar. Di ranah domestik, potensi berlanjutnya tekanan jual di sektor teknologi berpotensi jadi katalis negatif bagi IHSG.

Related Topics