Jakarta, FORTUNE - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mendorong agenda regulasi aset kripto ketika upaya Kongres mengesahkan CLARITY Act justru menghadapi jalan terjal. Trump dijadwalkan bertemu dengan sejumlah petinggi industri kripto dan regulator AS di Gedung Putih pada 19 Agustus 2026.
Melansir CryptoSlate, pertemuan tersebut diperkirakan mempertemukan Trump dengan pimpinan perusahaan seperti Coinbase, Ripple, Chainlink, Paradigm, Kalshi, dan a16z. Ketua Securities and Exchange Commission (SEC) Paul Atkins serta Ketua Commodity Futures Trading Commission (CFTC) Michael Selig juga diperkirakan hadir.
Agenda tersebut berlangsung ketika pembahasan CLARITY Act di Senat AS belum menemukan titik temu. Rancangan undang-undang tersebut menjadi salah satu upaya utama Washington untuk menciptakan kerangka federal yang lebih jelas bagi industri aset digital, termasuk menentukan batas kewenangan SEC dan CFTC dalam mengawasi pasar kripto.
Senat sebelumnya meninggalkan Washington untuk menjalani masa reses selama lima pekan tanpa memberikan suara terhadap rancangan tersebut. Pemimpin Mayoritas Senat John Thune kemudian menetapkan 15 September sebagai jadwal tahap prosedural berikutnya setelah anggota parlemen kembali dari masa reses.
Penundaan tersebut membuat peluang pengesahan CLARITY Act pada tahun ini semakin dipertanyakan. Sejumlah laporan bahkan menyebut probabilitas legislasi tersebut untuk lolos pada 2026 telah merosot tajam, bahkan peluangnya berada di kisaran 10 persen.
Persoalan yang masih mengganjal antara lain ketentuan etika, perlindungan terhadap pencucian uang, serta aturan mengenai kemungkinan perusahaan aset digital memberikan imbal hasil kepada pemegang stablecoin. Isu terakhir menjadi sensitif bagi industri perbankan. Bank-bank tradisional khawatir skema imbal hasil stablecoin dapat membuat nasabah memindahkan sebagian dana dari rekening perbankan ke produk berbasis aset digital.
