Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
7 Tip Ketika Meninggalkan Rumah Tetap Aman Saat Mudik
Pelepasan 4.000 ribu penumpang dalam mudik gratis yang digelar Pemko Medan (Dok. Diskominfo Medan)
  • Meninggalkan rumah kosong menimbulkan risiko seperti pencurian, korsleting listrik, dan kebocoran gas.

  • Di antara langkah antisipasinya adalah mengunci akses hingga memanfaatkan sistem keamanan.

  • Hal lain pula adalah mencabut perangkat elektronik, menutup aliran gas dan air, menyimpan barang berharga dengan aman, serta memberi tahu tetangga atau petugas keamanan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Tradisi mudik Lebaran yang sarat makna kebersamaan tetap dijalani dengan penuh antusias di tengah pelbagai dinamika yang mengemuka. Di balik kebahagiaan pergi ke kampung halaman, ada satu hal penting yang tak boleh diabaikan: kondisi rumah.

Meninggalkan rumah dalam keadaan kosong selama beberapa hari bahkan hingga lebih dari sepekan tentu menyimpan risiko. Mulai dari potensi tindak kriminal seperti pencurian, hingga ancaman teknis seperti korsleting listrik atau kebocoran gas yang bisa berujung pada kebakaran.

Karena itu, kehati-hatian menjadi kunci agar momen Lebaran tidak berubah menjadi sumber kekhawatiran saat kembali pulang.

Dengan melakukan beberapa langkah antisipasi di bawah ini, harapannya potensi masalah dapat diminimalisasi. Alhasil, momen Lebaran dapat dinikmati dengan lebih nyaman tanpa rasa khawatir terhadap kondisi rumah.

Berikut tujuh tip yang telah dirangkum Fortune Indonesia dari berbagai sumber untuk memastikan rumah tetap aman saat ditinggalkan selama mudik Lebaran:

1.      Periksa dan kunci seluruh akses rumah

Pastikan semua pintu, tanpa terkecuali, serta jendela sudah tertutup rapat dan terkunci. Jangan abaikan area yang jarang digunakan karena sering menjadi titik lemah. Untuk perlindungan ekstra, pertimbangkan memasang kunci tambahan atau gembok pada pagar agar akses masuk makin terbatas.

2.      Cabut perangkat elektronik yang tidak terpakai

Sebelum berangkat, lepaskan sambungan listrik dari perangkat seperti televisi, komputer, dan peralatan dapur. Langkah ini efektif mencegah risiko korsleting yang bisa memicu kebakaran. Selain itu, konsumsi listrik juga lebih hemat selama rumah ditinggalkan.

3.       Hentikan aliran gas dan air

Lepaskan regulator dari tabung gas untuk menghindari kebocoran yang berbahaya, lalu simpan di tempat aman dan teduh. Jangan lupa menutup aliran air guna mencegah potensi kebocoran atau kerusakan pipa yang bisa menyebabkan genangan di dalam rumah.

4.      Manfaatkan lampu otomatis dan sistem keamanan

Rumah yang gelap terus-menerus bisa menandakan tidak ada penghuni. Gunakan lampu otomatis agar menyala dan mati pada waktu tertentu sehingga rumah tetap terlihat “hidup”. Tambahkan kamera pengawas atau CCTV agar kondisi rumah bisa dipantau dari jarak jauh.

5.      Simpan barang berharga dengan aman

Amankan perhiasan, uang tunai, dan dokumen penting di tempat yang tidak mudah terlihat. Gunakan brankas atau penyimpanan khusus. Jika perlu, manfaatkan safe deposit box di bank untuk perlindungan ekstra terhadap barang bernilai tinggi.

6.      Pastikan kendaraan tersimpan dengan baik

Untuk kendaraan yang tidak dibawa mudik, simpan di dalam garasi terkunci. Jika tidak memungkinkan, titipkan di lokasi penitipan yang tepercaya agar terhindar dari risiko pencurian.

7.      Informasikan kepada lingkungan sekitar

Beri tahu tetangga atau petugas keamanan setempat bahwa rumah akan kosong selama beberapa hari. Dengan begitu, mereka bisa ikut mengawasi dan segera menghubungi Anda jika ada hal mencurigakan. Meninggalkan nomor kontak yang aktif juga sangat disarankan.

 

Editorial Team