Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Mendag: Pemerintah Jamin Harga dan Stok Bapok Hingga Lebaran

Mendag: Pemerintah Jamin Harga dan Stok Bapok Hingga Lebaran
Menteri Perdagangan Budi Santoso (kedua kanan) didampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi (ketiga kanan) berdialog dengan pedagang sembako di Pasar Baru, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Kamis (12/3). ANTARA FOTO/Nirza
Intinya Sih
  • Menteri Perdagangan Budi Santoso memastikan pasokan dan harga bahan pokok tetap stabil menjelang hingga setelah Lebaran melalui pemantauan langsung di pasar rakyat.
  • Hasil pengecekan menunjukkan sebagian besar komoditas seperti beras medium, minyak goreng rakyat, dan bawang masih dijual sesuai atau di bawah harga acuan pemerintah.
  • Pemerintah memanfaatkan sistem SP2KP untuk memantau harga di 550 pasar seluruh Indonesia serta berkoordinasi cepat jika terjadi kenaikan harga di wilayah tertentu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, FORTUNE - Di ambang perayaan Lebaran yang kian dekat, pemerintah mencoba meyakinkan publik bahwa urusan perut tetap dalam kendali. Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso, melangkah ke tengah hiruk-pikuk Pasar Rawasari, Jakarta, pada Senin (16/3) pagi, guna menengok pasokan dan fluktuasi harga kebutuhan pokok.

Didampingi Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Iqbal Shoffan Shofwan, Mendag menyusuri lapak-lapak pedagang untuk memastikan apakah kebijakan harga di atas kertas selaras dengan kenyataan di lapangan.

“Pagi ini kita melakukan pengecekan harga kebutuhan pokok di Rawasari. Banyak komoditas yang harganya masih stabil. Kita akan terus melakukan pemantauan hingga Lebaran dan setelahnya agar harga dan pasokan tetap terjamin,” ujar Budi dalam keterangan resminya.

Hasil tinjauan di lapangan menunjukkan potret beragam. Di satu sisi, beberapa komoditas tampak "patuh" di bawah pagu Harga Eceran Tertinggi (HET) maupun harga acuan. Beras medium, misalnya, masih bertengger di angka Rp13.500 per kilogram. Begitu pula dengan minyak goreng rakyat, MINYAKITA, yang dibanderol Rp15.700 per liter.

Komoditas protein seperti daging ayam ras juga masih stabil di angka Rp40.000 per kilogram, berkelindan dengan bawang merah (Rp40.000/kg) dan bawang putih honan (Rp38.000/kg). Sementara itu, cabai merah keriting terpantau di angka Rp50.000 per kilogram.

Namun, tak semua harga bersahabat dengan dompet masyarakat. Beberapa komoditas dilaporkan masih "berlari" melampaui harga acuan atau HET. Beras premium tercatat menyentuh Rp16.000 per kilogram, diikuti gula pasir pada level Rp18.000 per kilogram, dan telur ayam ras di angka Rp32.000 per kilogram.

Tekanan paling nyata terlihat pada daging sapi yang masih dipatok Rp150.000 per kilogram, serta cabai rawit merah yang harganya melambung tinggi hingga kisaran Rp120.000 per kilogram.

“Kita melakukan pengawasan langsung seperti sekarang untuk memastikan pasokan cukup dan harga stabil. Secara psikologis, kehadiran pemerintah juga bisa mempengaruhi pedagang agar tidak menjual terlalu mahal,” ujarnya.

Di luar sidak fisik, kementerian juga mengandalkan "mata elektronik" melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP). Sistem ini melototi pergerakan harga di sekitar 550 pasar rakyat yang tersebar di 514 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.

Jika grafik harga di suatu daerah mulai memerah, kementerian akan segera berkoordinasi dengan Satgas Pangan dan distributor untuk melakukan intervensi.

Di tingkat bawah, para pedagang mengakui adanya kenaikan harga, meski dinilai masih dalam batas kewajaran. Hendra Kurniawan, seorang pedagang telur di Pasar Rawasari, menyebut kenaikan harga telur ayam ras miliknya masih terhitung tipis.

“Sudah ada kenaikan, tapi tipis, sekitar Rp1.000 saja. Kadang turun, kadang naik, jadi tidak drastis,” ujarnya mengenai harga telur yang kini berada di kisaran Rp32.000 per kilogram.

Sementara itu, Samsul Bahari yang sehari-hari bergelut dengan cabai dan bawang, mengakui adanya lonjakan harga cabai dibanding bulan lalu. Faktor cuaca di tingkat petani dituding menjadi biang kerok, meski ia memastikan stok barang tidak langka.

“Kalau cabai memang ada kenaikan, tapi pasokannya banyak. Mungkin mahal karena faktor cuaca di petani. Kalau bawang merah dan bawang putih harganya normal,” kata Samsul.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana
Follow Us

Latest in News

See More