Antrean BBM di Bali, Bos Pertamina Ungkap Jangkar Kapal Jadi Salah Satu Penyebab

- Pertamina menyebut kendala jangkar kapal pengangkut BBM menunda pembongkaran kargo dari pukul 06.30 menjadi 22.00, sehingga mengganggu distribusi dan memicu antrean SPBU di Bali.
- Pertamina memastikan stok BBM Bali aman hingga dua pekan, dengan tambahan pasokan Pertalite dan Pertamax dijadwalkan tiba bertahap pada 15–17 Oktober 2026.
- Untuk mempercepat pemulihan, Pertamina menambah mobil tangki, mengoperasikan depo dan 92 SPBU selama 24 jam; Pemprov serta Polda Bali turut mendukung distribusi dan antrean.
Jakarta, FORTUNE — Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, mengungkapkan kesulitan pada jangkar kapal pengangkut bahan bakar minyak (BBM) menjadi salah satu penyebab antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali dalam beberapa hari terakhir.
Dia menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Bali atas gangguan distribusi BBM tersebut. Dia mengakui kendala operasional kapal menyebabkan jadwal pembongkaran kargo mundur dari rencana semula.
“Salah satu penyebab utama adalah salah satu kapal ketika kemarin pada saat untuk discharge kargo itu mengalami kesulitan di jangkarnya,” ujar Simon seusai bertemu dengan Gubernur Bali Wayan Koster di Denpasar, dikutip dari akun Instagram resmi, @kosterupdate, Rabu (14/1).
Simon menjelaskan pembongkaran kargo yang semula dijadwalkan berlangsung sekitar pukul 06.30 baru dapat dilakukan sekitar pukul 22.00. Pergeseran jadwal tersebut mengganggu rencana distribusi BBM yang telah disiapkan Pertamina.
Meski demikian, Simon menegaskan kendala teknis itu bukan alasan mengesampingkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dia kembali menyampaikan permohonan maaf atas antrean yang terjadi di sejumlah SPBU di Bali.
“Bagaimanapun juga yang terpenting adalah pelayanan bagi masyarakat,” katanya.
Pertamina tambah pasokan dan armada mobil tangki
Sementara itu, Gubernur Bali, Wayan Koster, telah meninjau Depo BBM Pesanggaran, Denpasar, Selasa (13/10). Dalam pertemuan dengan Simon di Fuel Terminal Sanggaran, keduanya membahas gangguan pasokan dan langkah percepatan distribusi BBM di Pulau Dewata.
Pertamina memastikan stok BBM di Bali dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga dua pekan ke depan. Pada Selasa, pasokan yang tiba mencakup 19,2 juta liter Pertalite dan 3 juta liter Pertamax.
Pasokan tambahan juga dijadwalkan tiba secara bertahap pada 15–17 Oktober 2026, yakni 25 juta liter Pertalite dan 13 juta liter Pertamax.
Untuk mempercepat penyaluran ke SPBU, Pertamina meningkatkan jumlah mobil tangki dari kondisi normal 90 unit menjadi 105–107 unit. Penambahan armada tersebut diharapkan mempercepat rotasi pengiriman BBM dari terminal menuju SPBU.
Pertamina juga mengoperasikan depo BBM Manggis dan Sanggaran selama 24 jam. Selain itu, 92 SPBU di wilayah Denpasar dan Badung dijadwalkan beroperasi penuh selama 24 jam mulai Selasa malam.
Langkah tersebut ditempuh guna mempercepat pemulihan distribusi sekaligus mengurangi antrean kendaraan yang membutuhkan BBM.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Bali mengambil sejumlah langkah untuk membantu kelancaran distribusi BBM. Koster menyatakan kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi pegawai dibatalkan seiring dengan mulai pulihnya distribusi BBM.
Polda Bali juga mengerahkan personel untuk mengamankan jalur distribusi serta mengatur kelancaran antrean di SPBU.























