Jakarta, FORTUNE — Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, mengungkapkan kesulitan pada jangkar kapal pengangkut bahan bakar minyak (BBM) menjadi salah satu penyebab antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali dalam beberapa hari terakhir.
Dia menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Bali atas gangguan distribusi BBM tersebut. Dia mengakui kendala operasional kapal menyebabkan jadwal pembongkaran kargo mundur dari rencana semula.
“Salah satu penyebab utama adalah salah satu kapal ketika kemarin pada saat untuk discharge kargo itu mengalami kesulitan di jangkarnya,” ujar Simon seusai bertemu dengan Gubernur Bali Wayan Koster di Denpasar, dikutip dari akun Instagram resmi, @kosterupdate, Rabu (14/1).
Simon menjelaskan pembongkaran kargo yang semula dijadwalkan berlangsung sekitar pukul 06.30 baru dapat dilakukan sekitar pukul 22.00. Pergeseran jadwal tersebut mengganggu rencana distribusi BBM yang telah disiapkan Pertamina.
Meski demikian, Simon menegaskan kendala teknis itu bukan alasan mengesampingkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dia kembali menyampaikan permohonan maaf atas antrean yang terjadi di sejumlah SPBU di Bali.
“Bagaimanapun juga yang terpenting adalah pelayanan bagi masyarakat,” katanya.
