NEWS

Menparekraf Sebut IP Indonesia Punya Daya Saing Kelas Dunia

Menparekraf ingin strategi pemasaran digencarkan.

Menparekraf Sebut IP Indonesia Punya Daya Saing Kelas DuniaMenparekraf, Sandiaga S. Uno. (dok. Kemenparekraf)
27 March 2024

Jakarta, FORTUNE – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, menyebut Intellectual Property (IP) dari Indonesia memiliki daya saing berkelas dunia.

Menurutnya, sejumlah kreator Kekayaan Intelektual dari indonesia sudah mulai go international, seperti Milckmochabear, Si Juki, Tahilalats, dan Funcican. Potensi IP di Indonesia sangat banyak dan beragam mulai dari fesyen, kuliner, termasuk IP lokal yang juga bisa bekerja sama dengan game, event promosi wisata.

“Sudah kelas dunia, sudah sanggup bersaing, mulai dari Si Juki sampai Funcican,” katanya dalam Temu Bisnis Optimalisasi Kekayaan Intelektual Lokal, Selasa (26/3). “Kreator ini juga harus menjaga dan mengembangkan kualitas kekayaan intelektualnya, konsistensinya, kreativitasnya.”

Sandiaga berkeinginan terus memacu para kreator lokal, agar bisa menyaingi IP lain yang sudah mendunia sebelumnya, seperti Pokemon maupun Doraemon. “Strategi pemasaran harus kita arahkan, agar pada suatu saat kreator kekayaan intelektual lokal kita bisa menyaingi Disney, bisa menyanyi Pokemon bisa menyaingi Doraemon,” ujarnya.

Kemenparekraf, akan melakukan langkah-langkah strategis memperkuat infrastruktur ekonomi kreatif dan memitigasi dampak dari perlambatan ekonomi global, seperti meningkatkan akses pembiayaan, meningkatkan manajemen IP, menciptakan dan memperluas jejaring ekonomi kreatif, sampai peningkatan kapasitas SDM pelaku usaha parekraf.

Temu bisnis

Staf Ahli Bidang Inovasi dan Kreativitas Kemenparekraf, Restog Krisna Kusuma, mengatakan untuk meningkatkan akses informasi ekosistem kekayaan intelektual kepada manajemen BUMN, BUMD dan anak perusahaan yang mempunyai basis konsumen perlu diadakan acara business matching.

Selain itu,  acara ini bisa memberi kesempatan bagi para kreator IP untuk bisa melakukan pendekatan dengan pemain industri. “Dengan dua sasaran tersebut diharapkan terjalin kolaborasi dan sinergi antara kreator kekayaan intelektual dengan dunia usaha khususnya BUMN, BMD dan anak perusahaan sehingga kekayaan intelektual lokal dapat dimanfaatkan secara luas untuk keperluan bisnisnya,” ujarnya.

Pilar ekonomi

Dalam acara berbeda, Sandiaga mengungkapkan, ekonomi kreatoif merupakan pilar ekonomi masa depan, seiring peralihan dari ekonomi ekstraktif, menuju sesuatu yang lebih mengedepankan inovasi, adaptasi, dan kreativitas. Bahkan, seluruh dunia mengakui hal ini berdampak baik pada pembangunan berkelanjutan.

“Resolusi ini juga menunjukkan potensi untuk peningkatan pendapatan, ekspor, hingga menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat,” katanya.

Pada 2023, ekspor produk ekonomi kreatif Indonesia mencapai US$24,32 miliar dengan nilai tambah ekonomi kreatif mencapai Rp1.414 triliun atau US$94 miliar. Capaian tersebut dipengaruhi oleh tiga subsektor ekonomi kreatif unggulan tanah air yakni kuliner, fesyen, dan kriya.

Meski begitu, terdapat sejumlah tantangan yang perlu diantisipasi, seperti keberadaan teknologi AI yang berdampak pada situasi lapangan pekerjaan di masa depan. “Kami yakin beberapa bagian dari ekonomi kreatif akan membutuhkan waktu yang sangat lama agar AI dapat menyamainya. Misal kreativitas dan pemikiran inovatif manusia,” ujar Sandiaga.

Related Topics

    © 2024 Fortune Media IP Limited. All rights reserved. Reproduction in whole or part without written permission is prohibited.