Luki Alfirman memulai karir di Kementerian Keuangan sejak 1995. Sebelumnya Luki merupakan Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu. Luki menduduki posisi tersebut sejak 23 Mei 2025, kemudian dicopot dari jabatan tersebut oleh Purbaya Yudhi Sadewa pada April 2026.
Sejumlah jabatan yang pernah dipegangnya meliputi Kepala Subdirektorat Potensi Perpajakan, Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana, Kepala Subdirektorat Manajemen Transformasi dan Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Kebayoran Lama.
Selain itu ia pernah menduduki Kepala Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro.
Pada 2015, dia diminta menjabat kursi Kepala Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan di Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan pada 2015.
Kemudian Luki melanjutkan karirnya sebagai Staf Ahli Bidang Kebijakan Penerimaan Negara pada 2017. Ia lalu dipercaya sebagai Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko pada tahun yang sama. Kemudian pada 2022, Luki ditunjuk sebagai sebagai Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan. Luki meraih gelar Sarjana Teknik Industri di Institut Teknologi Bandung, pada 1994.
Sementara itu, Nurkholisoh Ibnu Aman sebelumnya menjabat sebagai Senior Researcher di Bank Indonesia sejak November 2024. Di posisi tersebut, ia memimpin berbagai proyek penelitian yang berkaitan dengan kebijakan dan mendukung pengambilan keputusan di bank sentral, termasuk riset mengenai pasar keuangan.
Ia lama menempati posisi Senior Economist di Bank Indonesia yakni mulai 2006 hingga 2019.
Melalui laman LinkedIn, Nurkholisoh meraih gelar doktoral di University of Edinburgh Business School pada 2020-2025. Di universitas tersebut Nurkholisoh juga menjadi Doctoral Researcher, penelitiannya berfokus pada market microstructure yang berkaitan dengan mekanisme dan proses dalam pasar keuangan.
Selain itu, dirinya juga menyelesaikan pendidikan Master of Business Administration (MBA) di The University of Chicago Booth School of Business pada 2010-2012.
Gelar Master of Science (M.Sc.) dari Chalmers University of Technology berhasil diraihnya, dan juga gelar Bachelor of Engineering (B.Eng.) dari Institut Teknologi Bandung pada 1997-2002. Ia juga pernah mengikuti program musim panas di The London School of Economics and Political Science (LSE) pada 2008.
Sebelum bergabung dengan Bank Indonesia, Nurkholisoh pernah bekerja sebagai Senior Associate di Ernst & Young pada Agustus 2004 hingga Desember 2005. Dalam posisi tersebut, ia memberikan konsultasi kepada klien pemerintah dan korporasi terkait operasional dan manajemen risiko.
Ia mengawali pengalaman profesionalnya sebagai intern di Accenture pada April-Juli 2002, antara lain terlibat dalam implementasi SAP R/3 pada perusahaan multinasional di sektor minyak dan gas.