Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

East Ventures, Temasek, dan Tencent Guyur Tiga Jawara CIIC 2026 Dana Katalitik Rp15 Miliar

3 min read
East Ventures, Temasek, dan Tencent Guyur Tiga Jawara CIIC 2026 Dana Katalitik Rp15 Miliar
Pemenang dari Climate Impact Innovations Challenge 2026/Dok. East Ventures
  • CIIC 2026 menetapkan CRecTech, Blueyou, dan MacroCycle Technologies sebagai pemenang tiga kategori inovasi iklim, dengan total dana katalitik Rp15 miliar untuk uji coba solusi di Indonesia.
  • CRecTech mengolah biogas sawit menjadi bio-metanol; Blueyou memadukan restorasi mangrove dan pangan biru; MacroCycle mendaur ulang poliester dengan penghematan energi, emisi, serta air.
  • Kompetisi yang diinisiasi East Ventures, Temasek Foundation, dan Tencent ini menghimpun lebih dari 850 pendaftar dari sekitar 60 negara, serta memfasilitasi pendanaan tambahan bagi inovator.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE - Climate Impact Innovations Challenge (CIIC) 2026 resmi menetapkan tiga jawara inovasi iklim yang berhak mengantongi total dana katalitik senilai Rp15 miliar. Ketiga pemenang kompetisi yang diinisiasi East Ventures, Temasek Foundation, dan Tencent ini masing-masing akan memanfaatkan dana Rp5 miliar untuk menguji coba solusi berkelanjutan mereka di Indonesia.

Pengumuman pemenang dilangsungkan dalam Grand Finale yang menjadi bagian dari agenda Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2026 di Jakarta, Selasa (6/10). Para pemenang terpilih mewakili tiga kategori utama, yakni Transisi Energi, Solusi Alam & Pangan, serta Ekonomi Sirkular.

Pada trek Transisi Energi, CRecTech keluar sebagai pemenang melalui inovasi pengolahan biogas kelapa sawit menjadi bio-metanol. Teknologi tersebut diklaim mampu menekan biaya operasional hingga 50 persen sekaligus mengurangi emisi karbon sebesar 93 persen.

Untuk trek Solusi Alam & Pangan, Blueyou meraih posisi pertama berkat model restorasi mangrove di lahan terdegradasi yang dikombinasikan dengan produksi pangan biru tanpa pakan maupun bahan kimia. Pendekatan ini ditargetkan mampu melipatgandakan pendapatan petani kecil hingga tiga kali lipat.

Sementara itu, MacroCycle Technologies menyabet gelar juara pada kategori Ekonomi Sirkular melalui teknologi daur ulang tekstil poliester. Inovasi ini menghemat penggunaan energi dan menekan emisi CO2 masing-masing 80 persen, serta mereduksi konsumsi air hingga 99 persen dengan target harga jual produk yang setara dengan produk konvensional.

Di samping kucuran dana utama, ajang ini juga memfasilitasi masuknya sejumlah komitmen pendanaan dan hibah tambahan.

Tencent mencatatkan komitmen pra-pembelian kredit karbon senilai US$1 juta kepada Yagasu. Pada saat bersamaan, Sinar Mas Agribusiness & Food menyalurkan hibah US$50.000 kepada CRecTech, didampingi Vinerock Capital yang turut memberikan investasi US$50.000 pada entitas sama.

Selain itu, Mana Impact menanamkan investasi senilai US$50.000 kepada Blueyou.

Partner East Ventures, Avina Sugiarto, menyoroti bahwa CIIC bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan telah berevolusi menjadi wadah penting mengubah gagasan inovasi iklim menjadi dampak nyata.

"Perjalanan ini tidak akan mungkin terwujud tanpa dukungan dan kolaborasi berkelanjutan dari para mitra kami, dan kami sangat menghargai komitmen mereka. Kami mengucapkan selamat kepada para pemenang dan finalis tahun ini, serta menantikan bagaimana inovasi mereka dapat menciptakan dampak yang berarti di Indonesia dan sekitarnya,” ujar Avina.

Dukungan serupa disampaikan Head Climate and Liveability Temasek Foundation, Heng Li Lang. Ia menegaskan komitmen lembaganya membantu inovator memvalidasi, mengembangkan skala usaha, dan menjawab tantangan iklim secara lokal.

Dari sisi kemitraan, Vice President for Sustainable Social Value Tencent, Xu Hao, menekankan fokus perusahaannya pada pengembangan solusi berbasis alam.

"Kami berharap dukungan ini dapat membantu inovasi berbasis alam membuktikan nilainya, berkembang menjadi solusi yang berkelanjutan secara komersial, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan,” ujar Xu.

Memasuki edisi keempatnya sejak diluncurkan pada April 2026, CIIC tahun ini menyedot antusiasme lebih dari 850 pendaftar dari sekitar 60 negara. Sebelum berlaga pada babak akhir, sembilan finalis terpilih telah mendapatkan pendampingan intensif dari para pakar industri guna menyempurnakan proyeknya.

Pelaksanaan kompetisi ini didukung oleh Triputra Agro Persada selaku Strategic Partner, serta sejumlah Investor Partner termasuk Mana Impact, Sinar Mas Agribusiness & Food, dan Vinerock Capital.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More