Comscore Tracker
NEWS

Ini Perkembangan Kondisi Stok Daging dan Telur Jelang Nataru 2022

Dipastikan ketersedian stok komoditas peternakan aman.

Ini Perkembangan Kondisi Stok Daging dan Telur Jelang Nataru 2022ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/aww.

by Eko Wahyudi

Jakarta, FORTUNE – Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan harga komoditas peternakan jelang Natal dan Tahun Baru 2022 dalam kondisi stabil. Pemantauan stok mingguan dan harga memperlihatkan bahwa ketersediaan aman untuk akhir tahun. 

"Ketersediaan stok komoditas peternakan masih stabil, begitu juga harga tidak ada kenaikan signifikan," kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Nasrullah, melalui siaran pers, Rabu (22/12).

Dia menjelaskan stok sapi di kandang dari lima wilayah yakni Sumatra Utara, Lampung, Kalimantan Tengah, Jawa Barat, Banten, dan Jawa Timur mencapai 144.151 ekor dan 108.336 ekor di antaranya siap potong. Adapun stok kerbau di kandang tercatat 2.797 ekor dan yang siap potong 1.735 ekor.

Nasrullah menambahkan stok daging sapi/kerbau bakalan impor siap potong setara daging per 17 Desember 2021 mencapai 21.100 ton, sedangkan daging sapi/kerbau beku tersedia sebanyak 25.687 ton. 

Harga daging di tingkat konsumen fluktuatif

Dari sisi harga, rata-rata harga secara nasional sapi hidup tingkat produsen berada di level Rp48.793 per kilogram berat hidup. Harga tertinggi terpantau di Kepulauan Riau yang mencapai Rp59.500 per kilogram berat hidup dan harga terendah tercatat di Nusa Tenggara Timur seharga Rp34.800 per kilogram berat hidup. 

Nasrullah mengatakan harga daging sapi di tingkat konsumen memang cenderung fluktuatif, tetapi menurutnya fluktuasi tidak signifikan. Rata-rata harga secara nasional harga daging sapi di kisaran Rp118.650 per kilogram. 

"Catatan paling mahal di provinsi Sumatra Barat seharga Rp132.500 per kilogram dan paling murah di Kepulauan Riau dengan harga Rp92.00 per kilogram," kata dia. 

Perkembangan harga telur dan ayam

Untuk komoditas ayam, stok daging ayam beku di cold storage tersedia sebanyak 21.052 ton. Kemudian dari sisi harga juga cenderung stabil dengan rata-rata harga daging ayam ras di tingkat konsumen secara nasional yaitu Rp35.650 per kilogram. Sedangkan harga ayam ras hidup di tingkat produsen secara rata-rata nasional pada minggu ketiga Desember 2021 Rp20.726 per kilogram berat hidup.

Harga tertinggi tercatat di Nusa Tenggara Barat yakni Rp21.976 per kilogram berat hidup dan terendah di Sumatra Utara dengan harga Rp20.041 per kilogram berat hidup. 

Kemudian untuk harga telur ayam ras di tingkat produsen secara rata-rata nasional adalah Rp21.489 per kilogram. Kemudian harga telur ayam ras di tingkat konsumen secara rata-rata nasional Rp25.750 per kilogram.

Nasrullah mengingatkan, dalam memastikan ketersediaan pangan khususnya menghadapi Nataru ini, perlu adanya koordinasi dengan pemerintah daerah, kementerian/lembaga terkait, serta pemangku kepentingan lainnya.

Related Articles