Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Mudik dengan Mobil Listrik, Kenali Jenis EV Charger dan Kapasitasnya

Mudik dengan Mobil Listrik, Kenali Jenis EV Charger dan Kapasitasnya
Kendaraan pengguna kendaraan listrik sedang melakukan pengisian daya di SPKLU Rest Area Tol km 163A. (Dok. PLN UID Lampung).
Intinya Sih
  • Tren kendaraan listrik meningkat jelang mudik, menggeser fokus dari bahan bakar ke tantangan pengisian daya baterai selama perjalanan jarak jauh.
  • PLN bersama mitra memperluas jaringan SPKLU sekaligus menekankan pentingnya edukasi publik agar pengguna memahami jenis dan kapasitas charger yang sesuai.
  • Terdapat empat tipe charger utama—Standard, Medium, Fast, dan Ultra Fast—dengan perbedaan arus serta waktu pengisian yang disesuaikan kebutuhan mobilitas saat mudik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, FORTUNE — Tren penggunaan kendaraan listrik di Indonesia kian menanjak, terutama menjelang musim mudik. Perjalanan jarak jauh yang dulu identik dengan kekhawatiran soal bahan bakar kini mulai bergeser ke isu baru: pengisian daya baterai. Seiring dengan itu, pemahaman mengenai jenis-jenis charger kendaraan listrik menjadi kunci agar perjalanan tetap lancar.

PT PLN (Persero) bersama berbagai mitra terus memperluas infrastruktur pengisian daya di Tanah Air. Namun, di balik masifnya pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), masih banyak pengguna yang belum memahami perbedaan tipe charger serta kesesuaiannya dengan kapasitas baterai kendaraan.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, menegaskan bahwa edukasi menjadi bagian penting dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik.

“PLN tidak hanya membangun infrastruktur pengisian daya, tetapi juga berkomitmen memberikan edukasi kepada masyarakat agar penggunaan kendaraan listrik semakin mudah, aman, dan nyaman,” kata dia seperti dalam keterangan resminya dikutip Selasa (17/3).

Ia menambahkan, dengan memahami jenis charging station, pengguna dapat mengoptimalkan waktu pengisian sesuai kebutuhan mobilitas, terutama saat mudik yang identik dengan perjalanan panjang.

Secara umum, terdapat empat jenis charger kendaraan listrik yang perlu diketahui pengguna:

1. Standard Charging (AC ≤ 7 kW)

Ini merupakan metode pengisian paling dasar dengan arus bolak-balik (AC) berkapasitas hingga 7 kW. Waktu pengisian berkisar antara 6 hingga 12 jam, tergantung kapasitas baterai.

Jenis ini umum digunakan di rumah (home charging) dan cocok untuk kendaraan listrik dengan baterai kecil atau plug-in hybrid. Untuk kebutuhan mudik, tipe ini lebih ideal digunakan sebelum keberangkatan, misalnya mengisi penuh semalaman.

2. Medium Charging (AC 7–22 kW)

Masih menggunakan arus AC, namun dengan kapasitas lebih besar, yakni 7 hingga 22 kW. Waktu pengisian menjadi lebih singkat, sekitar 2 hingga 4 jam.

Biasanya tersedia di kantor, pusat perbelanjaan, atau area parkir publik. Charger jenis ini cocok dimanfaatkan saat beristirahat sejenak, misalnya saat makan atau singgah beberapa jam di rest area.

3. Fast Charging (DC 22–50 kW)

Berbeda dari sebelumnya, tipe ini menggunakan arus searah (DC) dengan kapasitas 22 hingga 50 kW. Dalam waktu 30 hingga 60 menit, baterai bisa terisi hingga 80 persen.

Fasilitas ini banyak tersedia di SPKLU dan menjadi andalan saat perjalanan jarak jauh karena mampu memangkas waktu tunggu secara signifikan.

Ultra Fast Charging (DC > 50 kW)

Inilah solusi tercepat dalam pengisian daya kendaraan listrik. Dengan kapasitas di atas 50 kW, pengisian dapat dilakukan hanya dalam 10 hingga 20 menit.

Jenis ini sangat ideal untuk kendaraan dengan baterai besar dan mobilitas tinggi, terutama saat arus mudik padat yang sangat bergantung pada efisiensi waktu.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana
Follow Us

Latest in News

See More