Comscore Tracker
NEWS

Jelang Ramadan, Ini Perkembangan Stok Minyak Goreng Hingga Daging

Pemerintah mendorong realisasi impor komoditas pangan.

Jelang Ramadan, Ini Perkembangan Stok Minyak Goreng Hingga DagingPedagang daging menunggu calon pembeli di PD Pasar Jaya Kramat Jati, Jakarta, Minggu (27/2/2022).ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.

by Eko Wahyudi

Jakarta, FORTUNE - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan ketersediaan berbagai komoditas pangan aman menjelang Ramadan hingga Idulfitri tahun ini. Di antaranya minyak goreng, gula dan daging. Hal itu tecermin dari data prognosis neraca pangan nasional periode Januari–Mei 2022.

“Untuk posisi sampai Mei 2022, daging ayam ras (surplus) 357 ribu ton, telur ayam 98 ribu ton, gula konsumsi itu 544 ribu (ton).  Itu juga diharapkan rencana impor (gula) Maret-Mei sejumlah 772,9 ribu ton dapat terealisasi seperti rencana,” kata Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto, saat diskusi bertajuk Persiapan Ibadah dan Pangan Jelang Ramadan, Senin (28/3).

Adapun untuk stok minyak goreng sampai Mei nanti, kemungkinan bakal surplus hingga 663 ribu ton.

Selain itu, kata Andriko, beras masih surplus 8,7 juta ton hingga Mei 2022, jagung surplus 3,2 juta ton. Sementara, kedelai surplus 142.300 ton karena ditopang impor.

"Kemudian kedelai itu memang di-support realisasi impor Januari-Februari itu ada 338,9 ribu ton sudah terealisasi. Tetapi kita harapkan nanti rencana impor Maret-Mei itu sebesar 774 ribu ton itu berjalan lancar. Sehingga itu berjalan lancar sampai Mei, itu kita masih surplus 142.300 ton," ujarnya.

Andriko mengatakan bawang merah masih surplus 92 ribu ton dan bawang putih surplus 104.966 ton. Diharapkan impor 145 ribu ton bawang putih pada Maret-Mei bisa terealisasi dengan baik.

Selanjutnya ada cabai besar surplus 27 ribu ton, cabai rawit surplus 40 ribu ton, dan daging sapi surplus 33 ribu ton. Khusus daging sapi, ia berharap impor 95.100 ton dapat terealisasi.

 

Harga komoditas pangan

Untuk harga-harga jelang Ramadan dan Idulfitri, Andriko menyebut beras masih dalam kondisi stabil. Begitu pula dengan harga jagung di pasaran.

 "Dari sisi harga kita juga monitor terus. Untuk beras stabil di posisi Rp 10.940. Untuk jagung di tingkat produsen, ada Rp 4.756 tapi ini dengan kadar air masih relatif tinggi," katanya.

Sementara, harga kedelai di pasaran melonjak. Oleh karena itu, pemerintah melakukan impor kedelai agar stok melimpah dan harganya bisa turun.

"Kemudian kedelai di harga Rp13.292 itu sebenarnya agak tinggi. Biasanya rata-rata sekitar Rp10.000. Makanya kita harapkan kedelai stok impor itu bisa dikeluarkan sesuai dengan waktu yang dibutuhkan. Yang lain-lain semua terpantau aman. Jadi, kebutuhannya mencukupi, harganya juga relatif aman," ujarnya.
 

Related Articles