Jakarta, FORTUNE - Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Dalam audiensi yang berlangsung selama tiga jam pada Senin malam (9/2), kedua belah pihak membahas sejumlah isu seperti hambatan regulasi hingga strategi percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.
Pertemuan tersebut menjadi momentum bagi pelaku usaha menyampaikan kondisi riil di lapangan secara langsung kepada sang Kepala Negara.
Ketua Umum Apindo, Shinta W. Kamdani, mengatakan durasi panjang audiensi tersebut menandakan besarnya ruang dialog yang dibuka oleh pemerintah. Salah satu poin utama yang disorot adalah urgensi eksekusi kebijakan yang lebih efektif, khususnya terkait aturan yang selama ini menghambat dunia usaha.
“Kita sudah tahu masalahnya, bottlenecking deregulasi itu apa. Kita menyampaikan apa kuncinya agar target pertumbuhan ekonomi pemerintah bisa terwujud,” ujar Shinta saat ditemui di Jakarta, Selasa (10/2).
Shinta menegaskan posisi Apindo sebagai representasi sektor riil yang memegang peranan kunci dalam aktivitas ekonomi harian. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah dan swasta dalam bingkai Indonesia Incorporated menjadi pekerjaan rumah bersama yang harus segera dituntaskan.
Menurutnya, Presiden Prabowo sangat terbuka menerima laporan mengenai berbagai tantangan yang masih menahan laju ekonomi.
“Presiden ingin mendengar apa yang terjadi di lapangan. Ini masukan dari banyak sektor, dan kuncinya adalah kita sama-sama punya PR untuk Indonesia yang selalu diingatkan, Indonesia Incorporated,” kata Shinta.
Dari sisi pemerintah, Prabowo menitikberatkan pada peran vital sektor industri dalam memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan rakyat. Dia meminta pengusaha berkontribusi maksimal dalam penciptaan lapangan kerja seluas-luasnya.
Merespons arahan tersebut, para pengusaha menyatakan komitmen penuh mendukung visi dan misi pemerintah, termasuk dalam agenda pengentasan kemiskinan. Dukungan ini juga mencakup aspek peningkatan gizi serta penyediaan pendidikan berkualitas bagi anak-anak Indonesia.
Meskipun membahas isu-isu berat, pertemuan berjalan dalam suasana yang hangat dan konstruktif. Shinta mengapresiasi inisiatif Prabowo yang proaktif mengajak pelaku usaha berkomunikasi dua arah.
“Kita bicara tiga jam, segala macam kita bicarakan. Prinsipnya bagus karena ada keterbukaan. Saya sangat apresiasi Presiden yang mengajak kita untuk bisa berkomunikasi dan mendengarkan, jadi kita juga bisa memberikan masukan,” ujarnya.
Pertemuan di Hambalang ini dihadiri oleh 22 tokoh bisnis terkemuka. Di antara yang hadir adalah Sofjan Wanandi, Sudamek, Suryadi Sasmita, Haryanto Adikoesoemo, Mucki Tan, Harijanto, Johnny Darmawan, Sanny Iskandar, Eddy Hussy, hingga Ronald Walla.
Sementara itu, Presiden Prabowo didampingi oleh jajaran pejabat tinggi istana, yakni Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
