Jakarta, FORTUNE – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar berharap lembaga jasa keuangan (LJK) mewaspadai risiko dampak dari konflik geopolitik di Venezuela.
Penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro terhadap Amerika Serikat (AS) dinilai menimbulkan eskalasi ketidakpastian ekonomi global. Menurutnya, dampak tidak langsung dari konflik geopolitik ini terhadap Indonesia berupa pengaruh produksi dan harga minyak dunia serta harga-harga komoditas utama ekspor Indonesia.
“Ini membuktikan bahwa kondisi stabilitas politik (bisa terganggu) yang disebabkan oleh pelanggaran kedaulatan dan wilayah suatu negara oleh negara lain. Dan ini dapat dilakukan tanpa sanksi yang setimpal,” kata Mahendra saat konferensi pers di Jakarta, Jumat (9/1).
Meski demikian, pihaknya menilai kondisi tersebut belum begitu berdampak besar terhadap perekonomian Indonesia. Walaupun begitu, pihaknya terus mencermati perkembangan konflik geopolitik global dan mengantisipasi dampaknya terhadap sistem keuangan nasional.
“Jadi singkatnya, dalam jangka pendek belum terlihat dan terasa secara langsung, dalam jangka menengah panjang harus kita waspadai terus,” katanya.
