NEWS

Mengenal Resesi dalam Perekonomian: Arti dan Dampak

Resesi berarti penurunan PDB 2 kuartal berturut-turut.

Mengenal Resesi dalam Perekonomian: Arti dan DampakIlustrasi resesi ekonomi global. (Pixabay/Elchinator)
24 February 2023

Jakarta, FORTUNE – Istilah resesi ramai dibicarakan ketika situasi perekonomian dianggap tengah bergejolak. Sejumlah pihak, mulai dari pelaku pasar, ekonom, media, sampai pemerintah sering menyebutkan kata resesi yang dikhawatirkan akan terjadi secara global tahun ini. Lantas, sebenarnya apa resesi itu?

Kementerian Keuangan menyatakan resesi merupakan situasi penurunan aktivitas ekonomi yang dibuktikan dengan koreksi produk domestik bruto (PDB) selama dua kuartal berturut-turut.

PDB sendiri merupakan ukuran aktivitas perekonomian negara selama satu periode baik itu kuartal (empat bulan) atau satu tahun. Resesi bahkan bisa terjadi dalam waktu tahunan, sebagaimana dilansir dari laman BFI Finance.

Ada sejumlah kondisi yang menyebabkan suatu negara mengalami resesi. Inflasi merupakan satu misal. Kondisi kenaikan harga yang terjadi secara terus-menerus dapat menggerus daya beli masyarakat, dan berimbas pada penurunan produksi barang dan jasa.

Sementara itu, deflasi, atau penurunan harga barang dan jasa, dapat pula menjadi pemicu. Situasi deflasi ditandai dengan penundaan pembelian barang dan jasa oleh masyarakat hingga harga terendah. Hal tersebut kemudian berdampak pada pemilik usaha yang harus menyesuaikan produksinya sehingga berujung rugi.

Beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan resesi atau pertumbuhan ekonomi negatif, yakni guncangan ekonomi mendadak, perkembangan teknologi yang berdampak ke hilangnya pekerjaan manusia, serta ketidakseimbangan antara produksi dan konsumsi.

Dampak resesi

Resesi global
ilustrasi resesi global (unsplash.com/Christine Roy)

Related Topics

    © 2024 Fortune Media IP Limited. All rights reserved. Reproduction in whole or part without written permission is prohibited.