Jakarta, FORTUNE - Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyurati Kapolri untuk menindak tegas dugaan praktik mafia pangan yang memicu anomali harga komoditas ayam dan telur. Saat ini, harga jual di tingkat peternak anjlok drastis sementara harga di tingkat konsumen tetap melonjak.
Dugaan permainan harga oleh pemain besar dan perantara perdagangan tersebut dinilai telah menekan ribuan peternak kecil hingga terancam gulung tikar. Di sisi lain, masyarakat sebagai konsumen akhir masih harus menanggung beban harga pangan mahal.
"Ini negeri kita kalau begini terus, enggak beres. Ini mafia enggak boleh dikasih ruang," kata Amran dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah yang disiarkan secara virtual, Senin (12/10).
Amran mencontohkan terdapat disparitas harga yang sangat lebar pada komoditas ayam dan telur. Harga di tingkat peternak berkisasr Rp20.000-an, sedangkan harga di tingkat konsumen melonjak pada rentang Rp40.000-50.000. Selisih harga tajam ini mengindikasikan masalah serius pada rantai distribusi yang perlu ditelusuri oleh aparat penegak hukum.
Menurut Amran, jika praktik ini dibiarkan, peternak kecil akan bangkrut dan pelaku usaha besar berpotensi menguasai pasar sepenuhnya, yang pada akhirnya memicu kenaikan harga secara tidak wajar.
Pemerintah sebenarnya telah mengupayakan penyerapan produksi melalui Badan Gizi Nasional (BGN), serta membangun industri pakan domestik. Namun, upaya penyerapan tersebut dinilai belum cukup demi mengatasi tekanan yang dialami peternak. Sementara itu, pembangunan industri pakan membutuhkan waktu demi memberikan dampak nyata.
Amran mengingatkan persoalan tata niaga seperti ini bukan pertama kali terjadi. Komoditas lain seperti susu memiliki tingkat ketergantungan impor mencapai 82 persen yang berisiko makin mendesak peternak lokal. Selain itu, sektor kedelai dan minyak goreng juga terus dihadapkan pada permasalahan harga serta tata niaga serupa.
Penanganan dugaan mafia pangan dinilai harus berjalan sejajar dengan pembenahan rantai distribusi dan penegakan hukum demi menjaga keseimbangan kepentingan produsen serta konsumen. Kendati demikian, dugaan keterlibatan pemain besar dalam permainan harga yang disampaikan Mentan masih memerlukan pembuktian sah melalui proses hukum.
