Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Penyelesaian IEU-CEPA Dikebut, Segera Dibawa ke Parlemen Eropa

2 min read
Penyelesaian IEU-CEPA Dikebut, Segera Dibawa ke Parlemen Eropa
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan COO Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN Dony Oskaria. (IDN Times/Ilman Nafian).
  • Pemerintah mendorong penyelesaian IEU-CEPA agar kesepakatan memasuki tahapan berikutnya sesuai mekanisme masing-masing pihak.

  • Dokumen berbahasa Inggris sedang disiapkan untuk dibawa ke Parlemen Eropa, lalu Indonesia melanjutkan ratifikasi.

  • Pemerintah menargetkan ratifikasi pada semester kedua 2026 dan penerapan IEU-CEPA pada awal 2027.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah IEU-CEPA bisa diterapkan pada awal 2027?
Share Article

Jakarta, FORTUNE - Pemerintah mendorong agar proses penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) dapat segera diselesaikan. Percepatan tersebut dilakukan agar kesepakatan dapat segera memasuki tahapan selanjutnya sesuai dengan mekanisme yang berlaku di masing-masing pihak.

Hal tersebut disampaikan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam rapat bersama sejumlah menteri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/9).

“Tadi Bapak Presiden juga minta agar IEU-CEPA itu segera diselesaikan, karena IEU-CEPA diharapkan sekarang dalam proses untuk diproses dalam kelengkapan bahannya dalam bahasa Inggris untuk dibawa ke Parlemen Eropa,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Keterangan Pers, dikutip Rabu (23/9).

Menko Airlangga menjelaskan bahwa saat ini proses IEU-CEPA memasuki tahap penyiapan kelengkapan dokumen dalam bahasa Inggris. Kelengkapan tersebut selanjutnya akan dibawa ke Parlemen Eropa. Setelah itu, Indonesia akan melanjutkan tahapan ratifikasi melalui mekanisme yang berlaku di dalam negeri.

Sejalan dengan proses tersebut, hubungan dan komunikasi antara Indonesia dengan Uni Eropa juga terus diperkuat. Menko Airlangga menyampaikan bahwa Komisioner Perdagangan dan Keamanan Ekonomi Uni Eropa Maroš Šefčovič direncanakan melakukan kunjungan ke Indonesia. Selain itu, terdapat pula rencana kunjungan pimpinan Uni Eropa ke Indonesia pada akhir Oktober atau awal November mendatang.

“Memang dalam IEU CEPA itu sendiri ada rencana daripada Komisioner Maroš untuk datang ke Indonesia dan juga ada rencana dari Presiden EU untuk datang ke Indonesia di akhir Oktober ataupun awal November,” ujar Menko Airlangga.

Penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan Uni Eropa. Kesepakatan ini diharapkan dapat membuka peluang yang lebih luas bagi Indonesia untuk memasuki pasar Eropa, sekaligus memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi kedua pihak.

Dengan target ratifikasi pada semester kedua 2026, Pemerintah membidik IEU-CEPA dapat mulai diterapkan pada awal 2027.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More