Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
ilustrasi produk makeup masa kini, hasil evolusi panjang kecantikan
ilustrasi produk makeup masa kini, hasil evolusi panjang kecantikan (unsplash.com/leva Vi)

Jakarta, FORTUNE - Industri fast-moving consumer goods (FMCG) di kanal e-commerce Indonesia menunjukkan daya tahan di tengah tekanan ekonomi global. Dalam empat tahun terakhir, nilai transaksi FMCG di e-commerce melonjak 168,7 persen, dari Rp48 triliun pada 2022 menjadi Rp129 triliun pada akhir 2025. Demikian diungkap dalam data yang dirilis Compas.co.id dalam ajang EPIC Awards 2026. Hal ini menegaskan bahwa meski pasar global diliputi ketidakpastian, konsumsi digital domestik tetap tumbuh agresif.

Sektor perawatan dan kecantikan menjadi penopang utama. Sejak 2022, kategori ini mencatatkan pertumbuhan 204,5 persen, seiring meningkatnya minat konsumen pada produk multifungsi. Di dalamnya, kategori parfum menorehkan lonjakan paling tajam, naik 306,7 persen. Segmen parfum pria tumbuh 70 persen sepanjang 2025, didorong oleh munculnya merek lokal yang kian inovatif.

Pertumbuhan juga datang dari kategori makanan dan minuman yang naik 147 persen. Salah satu pendorongnya adalah tren belanja grosir atau “kartonan” yang melonjak hingga 563 persen. Pola ini mencerminkan perubahan perilaku konsumen menuju smart consumer yang lebih menekankan efisiensi harga per unit melalui pembelian dalam jumlah besar.

CEO Compas.co.id, Hanindia Narendrata menilai kemampuan beradaptasi menjadi faktor penentu di tahun depan. “Kunci memenangkan kompetisi di 2026 adalah adaptasi,” ujar Narendrata.

Namun, ekspansi pasar tersebut diiringi seleksi ketat. Lebih dari 1.900 merek FMCG lintas kategori tercatat keluar dari ekosistem e-commerce karena gagal menyesuaikan diri dengan perubahan perilaku konsumen dan dinamika platform.

Dok. Compas.co.id

Peta marketplace 2025 didominasi Shopee

Dok. Compas.co.id

Dalam pemetaan kekuatan marketplace 2025, Shopee masih memimpin dengan pangsa pasar 55,9 persen. Sementara Shop Tokopedia Group (STG) mencatatkan pertumbuhan tertinggi, mencapai 59 persen pada 2025, setelah merger dengan TikTok Shop, jauh di atas rata-rata pertumbuhan industri.

"Brand perlu memahami bahwa Shopee kini berperan sebagai Efficiency Hub, yaitu platform yang digunakan konsumen untuk belanja rutin secara cepat, praktis, dan hemat," ujar Narendrata.

Sementara itu, menurutnya STG menjadi Discovery Engine, yakni tempat konsumen menemukan dan mengenal produk baru melalui fitur shoppertainment seperti live shopping dan konten video.

Ke depan, Compas.co.id memproyeksikan permintaan produk multifungsi akan semakin kuat. Indikasinya terlihat dari lonjakan penjualan suplemen kesehatan dengan kandungan astaxanthin yang naik 477 persen, menandakan preferensi konsumen terhadap produk dengan manfaat ganda dalam satu pembelian.

“Compas.co.id menyarankan bagi pemilik brand FMCG di e-commerce untuk terus mempelajari behavior dari konsumennya dan melakukan pemanfaatan data dengan cerdik dan taktis agar bisa memahami dinamika kompetisi di e-commerce dan memenangkan persaingan,” kata Narendrata.

Dok. Compas.co.id

Editorial Team