Pentingnya Hak Kekayaan Intelektual Bagi Penjual E-commerce

- Tokopedia dan TikTok Shop tekankan pentingnya perlindungan hak kekayaan intelektual bagi penjual e-commerce
- Kedua platform menyaring 250 ribu pengajuan akun penjual yang belum berstandar, serta melakukan peninjauan terhadap belasan juta produk sebelum ditayangkan
- Penerapan KI bagi penjual dapat menguntungkan berbagai pihak, termasuk bergabung di ekosistem ‘Mall’ yang menjamin produk asli dan gratis ongkir
Jakarta, FORTUNE – Tokopedia dan TikTok Shop tekankan pentingnya kesadaran akan perlindungan hak kekayaan intelektual (KI) bagi penjual e-commerce. Untuk Itu, kedua platform itu telah berkolaborasi bersama Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) sejak 2025 untuk mengedukasi para penjual terkait hal tersebut.
Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum Republik Indonesia, Hermansyah Siregar menyatakan, perlindungan kekayaan intelektual merupakan fondasi bagi daya saing UMKM dan brand lokal. Inisiatif seperti ini, lanjut Hermansyah, juga berperan penting dalam membangun ekosistem ekonomi digital Indonesia yang aman, adil, dan berkelanjutan.
“Hal ini untuk mendorong praktik perdagangan digital yang bertanggung jawab agar para pelaku usaha bisa jualan nyaman dan konsumen dapat merasakan pengalaman belanja aman” kata Hermansyah pada acara Indonesia Summit 2026 di Jakarta, Selasa (27/1).
Tokopedia & TikTok Shop saring 250 ribu pengajuan akun penjual yang belum berstandar

Di sisi lain, sepanjang Januari sampai dengan Juni 2025, Tokopedia dan TikTok Shop telah menyaring lebih dari 250 pengajuan akun penjual yang belum memenuhi standar kepatuhan. Selain itu, kedua platform ini juga melakukan peninjauan terhadap belasan juta produk sebelum ditayangkan. Tinjauan rutin ini bahkan meningkat rata-rata 506,8 persen dibandingkan enam bulan sebelumnya.
Executive Director of Tokopedia and TikTok E-commerce Indonesia, Stephanie Susilo, mengatakan, penerapan KI bagi penjual dapat menguntungkan berbagai pihak. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kualitas layanan, melindungi konsumen, dan memastikan praktik perdagangan yang adil di platform sehingga pengalaman BelanjaAman dan #JualanNyaman dapat tercipta.
“Penjual yang memiliki KI, termasuk UMKM, dapat bergabung di ekosistem ‘Mall’, yang menjamin produk 100 persen asli, gratis ongkir, dan retur 15 hari,” kata Stephanie.
Ia juga menyatakan, jumlah penjual 'Mall' di TikTok Shop naik empat kali lipat di Semester I-2025 dibandingkan periode yang sama 2024. Sejumlah diantaranya juga mencatat pertumbuhan tertinggi transaksi rata-rata lebih dari 15 kali lipat, dan daftar merek dengan peningkatan tertinggi transaksi ini didominasi oleh brand lokal termasuk UMKM.
Stephanie menambahkan, peningkatan kesadaran ini juga digencarkan dalam pagelaran Indonesia Summit 2026 pada 27-29 Januari 2026 di Jakarta. Ia menyebut, ajang ini menjadi perayaan bagi para penjual, affiliate content creator, dan mitra Tokopedia dan TikTok Shop yang berhasil mencatatkan pertumbuhan signifikan di kedua platform selama 2025.
Dalam acara ini, Tokopedia dan TikTok Shop juga meluncurkan Ramadan Growth Playbook sebagai panduan strategis bagi bagi para penjual, affiliate content creator, dan mitra untuk mengoptimalkan penjualan menjelang Ramadan. Selain itu, hadir juga program matchmaking bagi penjual dan affiliate content creator untuk memperkuat strategi pemasaran dan meningkatkan kolaborasi di momen tersebut.


















