Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

PLN Catat Penjualan REC Meningkt 19,6%, Tembus 6,43 TWh

PLN menyuplai energi bersih melalui  layanan  Renewable Energy Certificate (REC) untuk perusahaan emas di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. (Dok. Istimewa)
PLN menyuplai energi bersih melalui layanan Renewable Energy Certificate (REC) untuk perusahaan emas di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. (Dok. Istimewa)
Intinya sih...
  • PLN mencatat penjualan REC tumbuh 19,65% secara tahunan, mencapai 6,43 TWh.
  • REC adalah sertifikat yang membuktikan penggunaan listrik dari energi baru dan terbarukan.
  • Pelanggan utama REC berasal dari industri berat dan manufaktur dengan volume pembelian tertinggi mencapai 779.000 MWh.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - PT PLN (Persero) mencatat penjualan Renewable Energy Certificate (REC) sebesar 6,43 terawatt hour (TWh) atau tumbuh 19,65 persen secara tahunan (yoy).

REC adalah sertifikat yang membuktikan penggunaan listrik dari pembangkit energi baru dan terbarukan (EBT). Melalui mekanisme ini, pelanggan dari berbagai sektor dapat berkontribusi pada upaya penurunan emisi karbon tanpa perlu melakukan perubahan pada infrastruktur kelistrikan.

Skema REC juga memberi kemudahan bagi pelanggan untuk memperoleh pengakuan atas penggunaan energi hijau secara terukur, transparan, dan selaras dengan standar internasional.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menilai pertumbuhan penjualan mencerminkan tingkat kepercayaan pelaku industri dan bisnis terhadap layanan energi hijau PLN.

"Seiring dengan tren transisi energi bersih dan hijau yang kian meningkat di kalangan pelaku industri, PLN mencatatkan pertumbuhan layanan REC yang positif sepanjang 2025," katanya dalam keterangan resmi, Jumat (23/1).

Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto menambahkan, pelanggan REC sebagian besar berasal dari industri berat dan manufaktur, seiring kebutuhan energi sektor tersebut yang besar.

"Pada Desember 2025 lalu, sekitar 55 persen dari total penjualan REC berasal dari sepuluh pelanggan dengan volume pembelian terbesar. Ini menunjukkan sektor industri menjadi motor utama dalam memanfaatkan energi bersih," ujar Adi.

Menurutnya, ada sejumlah perusahaan kenamaan di sektor pertambangan, manufaktur, kimia, pulp dan kertas hingga industri makanan dan bahan baku yang membeli REC dari PLN. Adapun, volume REC masing-masing pelanggan bervariasi dengan pembelian tertinggi mencapai 779.000 megawatt hour (MWh) dan pembelian terendah 93.966 MWh.

Saat ini, PLN telah mengoperasikan 12 pembangkit energi terbarukan yang menyuplai listrik hijau untuk pelanggan GEAS (REC dan Dedicated Source), yakni Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang, PLTP Ulubelu, PLTP Lahendong, PLTP Ulumbu, PLTP Ijen, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Cirata, PLTA Bakaru, PLTA Orya Genyem, PLTA Saguling, PLTA Mrica, Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Lambur, dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Cirata.

Share
Topics
Editorial Team
Ekarina .
EditorEkarina .
Follow Us

Latest in Business

See More

Industri Fesyen Muslim naik 18,2%,Brand Pasang Strategi Jelang Ramadan

23 Jan 2026, 20:13 WIBBusiness