Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Pelabuhan Peti Kemas. (Dok. Bea Cukai)
Pelabuhan Peti Kemas. (Dok. Bea Cukai)

Intinya sih...

  • Menteri Keuangan akan merombak seluruh pejabat Bea Cukai, kecuali Dirjen, dalam waktu dekat.

  • Perombakan juga akan menyentuh lini paling strategis di lapangan, termasuk kepala pelabuhan dan kepala kantor wilayah.

  • Perbaikan kinerja DJBC menjadi penting karena berkaitan langsung dengan pencapaian target penerimaan negara.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memastikan akan melakukan perombakan besar-besaran di tubuh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dalam waktu dekat. Hampir seluruh pejabat strategis, mulai dari kepala kantor wilayah, kepala pelabuhan utama, hingga jajaran di sekitar pimpinan, kecuali Direktur Jenderal Bea dan Cukai, bakal menjadi sasaran.

Perombakan itu akan dilakukan dalam hitungan hari dan menjadi bagian dari upaya serius pemerintah memperbaiki kinerja Bea Cukai, terutama dalam menutup kebocoran penerimaan negara.

“Saya ganti semua pejabatnya selain Dirjen. Di sekeliling Dirjen saya tukar semuanya,” kata Purbaya dalam acara Indonesia Fiscal Forum (IFF) 2026, Selasa (27/1).

Perombakan juga akan menyentuh lini paling strategis di lapangan. Seluruh kepala pelabuhan dan kepala kantor wilayah yang mengawasi pelabuhan dipastikan akan diganti. Bahkan, untuk pelabuhan-pelabuhan besar, sejumlah pejabat akan dinonaktifkan secara sementara.

“Sebagian yang besar-besar saya rumahkan,” ujarnya.

Menurut Purbaya, langkah ini bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan bentuk shock therapy agar seluruh jajaran Bea Cukai bekerja lebih serius, profesional, dan berorientasi pada kinerja. Ia menilai, secara kapasitas sumber daya manusia di DJBC sebenarnya sangat mumpuni. Namun, mereka membutuhkan dorongan kepemimpinan lebih kuat.

“Ini message untuk teman-teman Bea Cukai yang lain supaya bekerja dengan lebih serius ke depan,” katanya.

Perbaikan kinerja DJBC merupakan aksi menentukan karena berkaitan langsung dengan pencapaian target penerimaan negara. Kebocoran pada sektor kepabeanan dan cukai dinilai menjadi salah satu titik rawan yang harus segera dibenahi jika pemerintah ingin menjaga stabilitas fiskal.

Dalam skema perombakan ini, Purbaya menjelaskan akan ada pejabat yang ditukar posisinya, ada yang dipromosikan, dan ada pula yang dirumahkan. Secara khusus, ia menyebut akan mengganti pejabat di lima pelabuhan besar yang selama ini menjadi simpul utama arus barang nasional.

“Jadi pejabat di 4 pelabuhan besar, 1, 2, 3, 4, pelabuhan, 5 pelabuhan besar kami ganti semuanya,” ujarnya.

Terkait pengganti pejabat yang dirombak, Purbaya memastikan rotasi dilakukan dari internal DJBC. Ia menilai, mendatangkan pejabat dari luar justru berpotensi memperlambat kinerja karena membutuhkan proses adaptasi yang panjang terhadap sistem dan operasi Bea Cukai.

“Ada yang lebih muda naik, ada yang saya tukar. Tapi kalau dari luar kan biasanya enggak tahu operasi Bea Cukai akan lebih lama. Tapi yang jelas nanti beberapa pejabat itu saya rumahkan aja,” katanya.

 

Editorial Team