Selain pencalonan ke DK PBB, Sugiono dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-81 menyampaikan pentingnya penguatan sistem multilateral. Ia menyebut ketahanan nasional sebagai fondasi bagi ketahanan kawasan dan global.
“Pelajarannya jelas, yaitu agar perdamaian dan kemakmuran dapat bertahan, multilateralisme juga harus tangguh. Ini berarti multilateralisme harus mampu beradaptasi, merespons, dan yang terpenting, memberikan hasil,” tegasnya.
Di tingkat kawasan, Sugiono mencontohkan ASEAN yang mampu menjaga komunikasi dan mencari titik temu di tengah perbedaan. Menurutnya, persatuan dan sentralitas ASEAN memungkinkan kawasan tetap membuka ruang dialog dan kerja sama dengan berbagai mitra di tengah meningkatnya kompetisi strategis.
Pada tingkat global, Indonesia mendorong penguatan multilateralisme melalui PBB yang lebih adaptif dalam menghadapi berbagai krisis. Menurut Sugiono, berbagai kekurangan dalam sistem multilateral perlu dijawab dengan perbaikan, bukan dengan mengurangi kerja sama antarnegara.
“Jawaban terhadap multilateralisme yang belum sempurna bukanlah mengurangi multilateralisme. Jawabannya adalah multilateralisme yang lebih baik,” ujar Sugiono.
Kapan periode pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap DK PBB? | Indonesia mencalonkan diri untuk periode 2029–2030. |
Apa tema pencalonan Indonesia? | Tema yang diusung adalah “Fostering Unity, Advancing Peace”. |
Berapa kali Indonesia pernah menjadi anggota tidak tetap DK PBB? | Indonesia telah empat kali menjadi anggota tidak tetap DK PBB. |
Apa isu yang turut disampaikan Indonesia di Sidang Majelis Umum PBB ke-81? | Menlu Sugiono menegaskan dukungan Indonesia terhadap hak rakyat Palestina dan solusi dua negara. |