Comscore Tracker
SHARIA

BSI Mantapkan Ekosistem Keuangan Syariah Lewat Pengembangan BMT

BMT dukung inklusi keuangan dan bawa ekonomi lebih baik.

BSI Mantapkan Ekosistem Keuangan Syariah Lewat Pengembangan BMTShutterStock/Farzand01

by Bayu Pratomo Herjuno Satito

Jakarta, FORTUNE - PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk semakin memantapkan dukungannya pada ekosistem keuangan syariah di Indonesia. BSI meningkatkan literasi dan memperkuat permodalan dalam pengembangan koperasi syariah yang dikenal sebagai Baitul Maal Wat Tamwil (BMT).

Wakil Direktur Utama 2 BSI, Abdullah Firman Wibowo, mengatakan selama ini fokus pengembangan segmen Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) BSI ada tiga, yakni pola linkage, non-linkage dan mikro. “Kerja sama BSI dengan lembaga keuangan mikro syariah ini salah satunya dengan pola linkage dan menggandeng BMT,” ujarnya seperti dikutip dari Antaranews.com, Selasa (13/7).

Selain bekerja sama dengan BMT, pola linkage BSI juga dilakukan bersama ekosistem koperasi, fintech and e-commerce syariah, serta lembaga keuangan mikro syariah lain (koperasi simpan pinjam dan Bank Perkreditan Rakyat Syariah/BPRS). Melalui kerja sama ini, BSI berharap dapat membantu penyaluran pembiayaan UMKM hingga ke pelosok.

Sementara itu, Asisten Deputi Keuangan Inklusif dan keuangan Syariah, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Erdiriyo, menilai BMT dapat mendukung inklusi keuangan dan cukup strategis dalam memfasilitasi perubahan perekonomian rumah tangga rakyat ke arah yang lebih baik dari sebelumnya.

“Sinergi dan koordinasi BMT dengan industri keuangan syariah dalam bentuk channeling pembiayaan syariah kepada UMK, serta kolaborasi lainnya berpotensi untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional menghadapi pandemi Covid-19,” kata Erdiriyo.

Hingga Maret 2021, BSI telah menyalurkan pembiayaan UMKM sebesar Rp35,91 triliun atau 22,63 persen dari total pembiayaan BSI. Pembiayaan ini terdiri dari Rp15,3 triliun untuk segmen menengah, Rp10,87 triliun segmen kecil dan Rp9,74 triliun segmen mikro. 

Potensi pertumbuhan pembiayaan UMKM ini cukup besar dengan risiko pembiayaan yang cukup terjaga. Jumlah BMT di Indonesia mencapai lebih dari 4.500 dengan 163 BPRS yang memiliki jaringan 631 outlet, lebih dari 600 ribu masjid dan lebih dari 26 ribu pesantren.

Berdasarkan data Financial Inclusion Insight SNKI tahun 2020, pengguna uang elektronik berbasis server memang meningkat hampir 2,5 kali lipat daripada periode sebelumnya. Selaras dengan ini, populasi Indonesia kini sekitar 273,5 juta jiwa dengan 87,17 persennya penduduk muslim. Kini, Indonesia juga menduduki peringkat ke-4 dari 73 negara yang mengembangkan ekonomi syariah secara global. Aset keuangan syariah Indonesia mencapai US$99,2 miliar atau sekitar 3,44 persen dari total aset keuangan syariah global.

Related Articles