Jakarta, FORTUNE - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) memaparkan progres pengembangan Kompleks Haji di Makkah, Arab Saudi. Area Thakher ditetapkan sebagai titik awal penguatan aset sekaligus fondasi proyek strategis tersebut, dan kini tengah memasuki fase konsolidasi pengembangan.
Zona Thakher mencakup Novotel Thakher Makkah yang telah beroperasi. Kawasan seluas sekitar 4,4 hektare yang berjarak kurang lebih 2–3 kilometer dari Masjidil Haram ini saat ini menyediakan 1.461 kamar yang tersebar pada tiga menara. Di samping itu, tersedia sekitar 14 bidang lahan untuk ekspansi berikutnya, termasuk pengembangan pusat ritel dan area komersial.
“Secara bertahap, kawasan ini dirancang untuk berkembang hingga sekitar 6.000 kamar dengan estimasi kapasitas mencapai kurang lebih 22.000 jemaah, atau sekitar 10 persen dari total jemaah haji Indonesia setiap tahunnya,” kata Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (7/1).
Inisiatif ini menjadi bagian dari peta jalan jangka panjang Danantara untuk menghadirkan fasilitas yang lebih memadai bagi jemaah asal Indonesia di Tanah Suci. Pandu menambahkan, pengembangan Thakher tak hanya berorientasi pada penyediaan akomodasi, melainkan diarahkan untuk membangun ekosistem layanan jemaah yang saling terintegrasi, mulai dari dukungan logistik, area ritel, hingga layanan penunjang lain.
“Kami ingin membangun ekosistem, bukan hanya hotel. Kawasan Thakher kami siapkan sebagai basis pengembangan layanan jamaah Indonesia yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sejalan dengan akuisisi kawasan tersebut, Danantara juga mengikuti proses lelang aset yang dijalankan Royal Commission for Makkah City and Holy Sites (RCMC) sebagai otoritas pengembangan Kota Makkah, yang menetapkan arah kebijakan kawasan dan proyek strategis. Danantara menempatkan pengembangan Kompleks Haji dalam kerangka strategi jangka panjang yang diselaraskan dengan master plan kota serta panduan RCMC.
