Comscore Tracker
TECH

Kemenparekraf Bidik Potensi Ekonomi dari E-Sport Dalam Negeri

Kejuaran dunia e-sport diadakan di Bali pada akhir 2022.

Kemenparekraf Bidik Potensi Ekonomi dari E-Sport Dalam NegeriMenparekraf, Sandiaga S. Uno. (Tangkapan layar)

by Bayu Pratomo Herjuno Satito

Jakarta, FORTUNE – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sektor e-sport berpotensi terus bertumbuh di Indonesia, seiring digitalisasi. Hal ini diyakini mampu menciptakan peluang ekonomi bagi  Indonesia di masa depan.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, mengemukakan, bahwa industri e-sport cukup menjanjikan di dunia. “Pendapatan e-sport (global) ini sudah hampir US$1 triliun lebih, dengan 3,4 miliar orang di dunia yang bermain games,” ujarnya dalam Weekly Press Briefing, Senin (29/8).

Kemenparekraf pun mengambil sejumlah langkah untuk membangun ekosistem e-sport yang lebih kuat di Indonesia. Salah satu yang tengah dilakukan adalah mengembangkan games yang dapat dipertandingkan.

Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk kreatif Kemenparekraf, Muhammad Neil El Himam, mengatakan bahwa Indonesia saat ini sudah memiliki beberapa games lokal yang sudah pernah dipertandingkan di Pekan Olahraga Nasional (PON), seperti Lokapala atau Battle of Satria Dewa. “Tapi untuk bisa mencapai level World E-sport Games, tentunya games itu perlu dimainkan minimal di 120 negara,” ujarnya.

Oleh karena itu, pemerintah tengah mempersiapkan rancangan peraturan presiden untuk mengembangkan Badan Layanan Umum (BLU) yang bisa dikembangkan untuk membiayai pembuatan game dan mempromosikan game lokal untuk dimainkan di seluruh dunia. “Kami juga sedang menyiapkan talenta-talenta digital untuk mengembangkan game-game tadi,” ujarnya.

Pentingnya regulasi

6 Games yang dipertandingkan dalam IESF World E-Sport Championship 2022.

Ketua Bidang Hukum dan Legalitas Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI), Yudhistira Adi Pratama, menambahkan salah satu hal utama dalam membangun  ekosistem e-sport adalah regulasi. 

“Kami dari cabang olahraga e-sport di Indonesia, wajib untuk berkoordinasi dengan beberapa stakeholders dan Kementerian, serta institusi lain di Indonesia, untuk bisa membuat ragulasi yang menentukan jenjang karir dari para pegiat e-sport di tanah air,” ucap Yudhistira.

Menurut Undang-Undang nomor 11 tahun 2022, kata Yudhistira, olahraga yang berbasiskan elektronik bisa dikatakan sebagai satu olahraga prestasi. “Turunannya kemudian bisa membuka kemungkinan bagi anak-anak muda Indonesia untuk melihat itu (e-sport) bukan lagi sebagai hobi, tetapi sebagai mata pencaharian, dan yang paling penting jadi kesempatan untuk bisa mengharumkan nama Indonesia,” ujarnya.

Perhelatan akbar

Direktur Event Indonesia E-Sport Summit 2022, Diana Sutrisno.

Indonesia tengah menyiapkan sebuah event e-sport berskala internasional, yakni 14th IESF World E-sport Championship 2022, yang akan diadakan di Bali dengan gelaran puncak acara pada 2-11 Desember 2022.

Acara ini akan diikuti secara offline oleh lebih dari 700 atlet e-sport dari 120 negara yang beradu dalam 6 jenis games, yakni Dota, E-Football, PUBG, Tekken, Mobile Legends, dan Counter Strike. Mereka memperebutkan total hadiah sebesar US$500.000.

Direktur event IES 2022, Diana Sutrisno, menyampaikan bahwa turnamen dunia yang diselenggarakan akan jadi bagian dari event tahunan PBESI, Indonesia E-Sport Summit. “Nantinya, kami akan menjadikan ini event benchmark di dunia. Ini pertama kalinya yang terbesar di dunia,” ucapnya.

Hal menarik lainnya, kata Diana, adalah konsep pertandingan di luar kebiasaan indoor arena. Perhelatan kali ini, panitia menawarkan konsep outdoor. “Karena sayang, (di Bali) kita ada pantai dan pemandangan yang harus dilihat, supaya vibes-nya lebih dapat,” katanya.

Memperjuangkan Bali

IESF World E-Sport Championship 2022.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBESI, Frengky Ong, mengatakan Indonesia berjuang menyelenggarakan kejuaraan tertinggi bagi e-sport dunia ini. “Kami berjuang untuk bidding di Israel, dan yang berminat cukup banyak, termasuk Singapura. Pernah diadukan juga di World Anti-Doping Agency (WADA) karena (dianggap) masih kena sanksi. Alhamdulilah, kami sudah menyelesaikan itu bersama Kemenpora dan KOI (Komite Olimpiade Indonesia),” katanya.

Namun, Indonesia akhirnya mampu terpilih sebagai tuan rumah 14th IESF World E-sport Championship 2022 dan menetapkan Bali sebagai tempat diselenggarakannya perhelatan akbar tersebut.

Related Articles