Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Flash_System_1_social.jpg
Dok. IBM

Jakarta, FORTUNE - IBM memperkenalkan generasi terbaru portofolio IBM FlashSystem yang mengusung teknologi agentic AI, menandai langkah perusahaan menuju era penyimpanan data otonom. Teknologi ini memungkinkan sistem penyimpanan beroperasi sebagai lapisan kecerdasan yang selalu aktif, dengan kemampuan analisis ancaman, optimasi kinerja, serta rekomendasi pemulihan secara mandiri.

IBM menyebut peningkatan ini dapat memangkas upaya manual pengelolaan storage hingga 90 persen, seiring meningkatnya kompleksitas data, ancaman siber, dan tuntutan kepatuhan di lingkungan teknologi informasi perusahaan.

Portofolio terbaru tersebut mencakup tiga sistem baru, yakni IBM FlashSystem 5600, 7600, dan 9600. Ketiganya dirancang untuk meningkatkan efisiensi data hingga 40 persen dibandingkan generasi sebelumnya, sekaligus menawarkan kinerja dan skalabilitas yang lebih tinggi untuk berbagai kebutuhan bisnis.

Selain itu, IBM juga memperkenalkan FlashSystem.ai, rangkaian layanan data berbasis AI yang memungkinkan administrator mengelola, memantau, mendiagnosis, hingga menangani gangguan di seluruh jalur data secara terintegrasi. Teknologi ini dilatih menggunakan puluhan miliar data telemetri dan pengalaman operasional nyata, sehingga mampu mengambil ribuan keputusan otomatis setiap hari yang sebelumnya memerlukan intervensi manusia.

“IBM FlashSystem generasi terbaru mengangkat sistem penyimpanan menjadi lapisan cerdas yang selalu aktif, di mana agen AI otonom secara berkelanjutan mengoptimalkan kinerja, keamanan, dan biaya tanpa campur tangan manusia,” kata Sam Werner, General Manager IBM Storage, dalam keterangan pers, Rabu (11/2).

Ia menambahkan, portofolio terbaru ini menandai dimulainya era autonomous storage, ketika FlashSystem berperan sebagai mitra AI strategis yang membantu pimpinan TI memastikan setiap beban kerja berjalan optimal dan aman.

Setiap model FlashSystem terbaru telah dilengkapi FlashCore Module generasi kelima, yang menawarkan deteksi ransomware berbasis hardware dalam waktu kurang dari 60 detik, dengan tingkat false positive di bawah 1 persen. Modul ini juga mendukung pemulihan otomatis di tingkat perangkat keras tanpa mengganggu performa sistem.

IBM FlashSystem 5600 dirancang untuk kebutuhan enterprise dalam bentuk ringkas dengan kapasitas efektif hingga 2,5 petabyte dalam sistem 1U. Sementara itu, FlashSystem 7600 menawarkan kapasitas hingga 7,2 petabyte untuk beban kerja berskala besar. Adapun FlashSystem 9600 ditujukan bagi operasi mission-critical dengan kapasitas hingga 11,8 petabyte dan diklaim mampu menekan biaya operasional hingga 57 persenmelalui konsolidasi dan AI.

Sementara itu, Research Vice President Worldwide Infrastructure Systems IDC, Natalya Yezhkova, menilai kapabilitas AI terbaru pada FlashSystem memberikan ruang gerak yang lebih besar bagi organisasi.

“Kapabilitas ini memungkinkan organisasi merespons perubahan kebutuhan bisnis dengan cepat melalui service level agreement (SLA) yang adaptif, tanpa menambah beban kerja administrator TI,” ujarnya.

IBM menyatakan portofolio FlashSystem terbaru akan tersedia secara umum mulai 6 Maret 2026.

Editorial Team