Comscore Tracker
TECH

Gandeng Moengage, Blibli Fokus Tingkatkan Konversi Belanja Pengguna

Blibli menerapkan otomatisasi dan analitik data pelanggan.

Gandeng Moengage, Blibli Fokus Tingkatkan Konversi Belanja PenggunaIlustrasi situs Blibli. (Shutterstock/Monticello)

by Luky Maulana Firmansyah

Jakarta, FORTUNE – Blibli, perusahaan e-commerce besutan grup Djarum, menggelar kerja sama dengan Moengage, platform keterlibatan pelanggan, untuk memperkuat konversi belanja pengguna. Langkah tersebut diambil sebagai bagian dari pendekatan perusahaan untuk lebih memerhatikan pelanggan.

Dalam siaran persnya, Kamis (17/11), Blibli menyatakan akan mempertahankan pelanggan lama untuk lebih menghemat biaya ketimbang mencari pelanggan baru.

Kerja sama dengan Moengage ditujukan untuk memanfaatkan fitur dynamic product messaging yang memungkinkan pengiriman notifikasi via surat elektronik kepada pengguna yang mengabaikan keranjang belanja di platform.

Hasilnya, terjadi konversi belanja 7 kali lipat pada Oktober–Desember 2021 dari fitur tersebut ketimbang email pada umumnya. Angka tersebut bahkan diklaim lebih tinggi dari rata-rata industri.

Keberhasilan tersebut kembali terbukti pada Juli 2022 ketika 53 persen pelanggan yang menerima email pengabaian keranjang melalui pesan produk dinamis Moengage memutuskan untuk melakukan pembelian.

“Dynamic product messaging dari MoEngage telah menyebabkan perubahan yang signifikan, membantu kami mengumpulkan angka yang jauh lebih tinggi untuk email dan kampanye push,” kata CRM Manager Blibli, Arga Raka Peterson.

Orientasi pelanggan

Kerja sama ini merupakan bagian dari Kampanye Pengabaian Keranjang Belanja, kata Arga. Diawali dengan eksperimen pelbagai fitur dengan rekomendasi Moengage, Blibli memetakan perilaku pelanggan dan menerapkan otomatisasi serta analitik untuk menjalankan kampanye yang berpusat pada pelanggan berbasis data.

Menurutnya, Blibli berfokus untuk memberikan akses kepada penjual dan pembeli untuk membeli barang dan jasa pada lebih dari 20 kategori belanja yang berbeda.

“Satu dari setiap delapan orang Indonesia berbelanja di Blibli menjadikan ini sebagai prioritas, bahwa wawasan tersebut merupakan kekuatan yang dapat terus ditingkatkan," katanya.

Sejak berdiri pada 2011, Blibli berkonsentrasi pada peningkatan pengalaman berbelanja pelanggan, ujarnya. 

Sementara, Moengage menyatakan diri sebagai platform keterlibatan pelanggan berbasis wawasan. Perusahaan ini mengaku telah dipercaya oleh lebih dari 1.200 merek konsumen global seperti Kredivo, Alfamart, BliBli, Stockbit, XL Axiata, Alodokter, TheAsianparent, Mamikos, POPS Worldwide, hingga CIMB Bank.

MoEngage menawarkan pemasar dan pemilik produk dengan wawasan tentang perilaku pelanggan, serta kemampuan bertindak berdasarkan wawasan tersebut untuk melibatkan pelanggan di seluruh web, seluler, email, sosial, dan saluran perpesanan.

IPO Blibli

PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) atau Blibli resmi melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (8/11). Blibli melepas 15 persen modal ditempatkan harga penawaran Rp450 per saham. Dengan begitu, Blibli meraup dana segar Rp8 triliun.

Saat artikel ini ditulis, saham Blibli telah mencapai Rp500 per lembar, meningkat 11,1 persen dari posisi IPO. Kapitalisasi pasarnya sekarang Rp55,9 triliun.

Sebelumnya, Blibli Tiket Group optimististis untuk melantai di pasar modal meski di tengah berbagai proyeksi perlambatan ekonomi global.

CEO dan Co-Founder Blibli, Kusumo Martanto, mengatakan keyakinan itu didasarkan pada kondisi makro perekonomian Indonesia yang dinilai masih mendukung. 

Related Articles