Jakarta, FORTUNE – Penawaran investasi bodong semakin marak terjadi, termasuk melalui aplikasi Telegram. Mulai dari akun Telegram palsu, grup rekomendasi saham hingga customer service abal-abal menjadi ancaman baru bagi masyarakat.
Untuk itu, Pluang sebagai aplikasi investasi dan trading crypto dan saham mengeluarkan peringatan resmi kepada seluruh pengguna dan masyarakat luas untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya akun Telegram palsu yang mengatasnamakan Pluang. Langkah ini diambil menyusul meningkatnya temuan mengenai upaya penipuan yang menjanjikan keuntungan cepat dan pendampingan trading secara ilegal.
“Belakangan ini, puluhan akun bodong bermunculan dengan mencatut nama dan logo resmi Pluang untuk menjerat korban ke dalam penipuan finansial. Para pelaku biasanya menggunakan modus kesempatan cuan cepat, menawarkan masuk ke grup eksklusif, hingga janji titip dana investasi,” kata Andreas Agung Hendrawan, selaku Director of Marketing and Commercial Pluang melalui keterangan resmi yang dikutip di Jakarta, Senin (5/1).
