Jakarta, FORTUNE — Menara Astra menerapkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mengoptimalkan sistem Heating, Ventilation, and Air Conditioning (HVAC) di gedung komersialnya. Teknologi dari BTune tersebut ditujukan untuk menekan konsumsi energi sekaligus menjaga kenyamanan penghuni.
Menara Astra, bagian dari Astra Property, menandatangani perjanjian penerapan teknologi tersebut bersama Colliers Indonesia di Menara Astra pada Senin, 28 September 2026. Implementasi ini menjadi yang pertama untuk solusi optimasi HVAC otomatis berbasis AI pada gedung komersial di Jakarta.
HVAC merupakan salah satu komponen dengan kontribusi besar terhadap konsumsi energi gedung komersial. Karena itu, pengoperasian sistem secara efisien menjadi salah satu perhatian dalam pengelolaan bangunan. Teknologi terbaru dinilai dapat membuka peluang penghematan energi hingga 20 persen sampai 30 persen pada sebagian besar gedung.
Colliers Indonesia memperkenalkan BTune kepada Menara Astra sebagai bagian dari upaya menghadirkan solusi keberlanjutan yang dapat diterapkan pada sektor properti komersial.
BTune bekerja dengan mengintegrasikan sistemnya dengan Building Management System (BMS) atau Building Automation System (BAS) yang sudah digunakan Menara Astra. Setelah terhubung, teknologi tersebut melakukan penyesuaian pengendalian HVAC secara real-time berdasarkan kondisi operasional gedung.
Dengan demikian, penerapan BTune tidak membutuhkan perubahan besar pada infrastruktur HVAC yang sudah tersedia. Solusi tersebut menawarkan sejumlah skema implementasi, yaitu tidak memerlukan penambahan peralatan HVAC, tidak memerlukan pemrograman ulang sistem secara menyeluruh, dan gangguan yang minimal terhadap operasional gedung yang sedang berlangsung. Selain itu, optimisasi HVAC secara berkelanjutan berdasarkan kondisi operasional real-time, identifikasi dan penyelesaian isu kinerja HVAC yang lebih cepat, tanpa kebutuhan investasi awal (model bebas capex), dengan implementasi yang didasarkan pada model penghematan berbasis kinerja (performance-linked savings model).
President Director PT Menara Astra, Wibowo Muljono, mengatakan sistem HVAC mengambil porsi signifikan dalam penggunaan energi gedung komersial. Karena itu, efisiensi pengoperasian sistem tersebut menjadi salah satu prioritas perusahaan.
Penerapan teknologi ini juga menjadi bagian dari upaya Menara Astra mengurangi jejak karbon, sekaligus meningkatkan kinerja operasional dan menjaga kenyamanan penghuni. “Penerapan BTune mencerminkan komitmen kami dalam memanfaatkan teknologi yang praktis dan inovatif guna mengoperasikan Menara Astra secara lebih efisien dan berkelanjutan,” kata Wibowo dalam keterangannya, Selasa (29/9).
Selanjutnya, BTune akan memantau dan mengoptimalkan kinerja HVAC Menara Astra secara berkelanjutan dengan memanfaatkan sistem yang telah tersedia.
Berdasarkan cakupan awal proyek, implementasi tersebut ditargetkan menghasilkan penghematan energi rata-rata sebesar 10 persen sampai 20 persen. Efisiensi energi itu juga diharapkan berdampak pada penurunan emisi karbon dan biaya operasional.
Dalam berbagai implementasinya, BTune mencatat sejumlah hasil, yakni rata-rata penurunan konsumsi energi keseluruhan gedung sebesar 18 persen, pengurangan waktu penelusuran dan identifikasi gangguan HVAC sebesar 30 persen sampai 50 persen, peningkatan kinerja HVAC tanpa adanya penggantian peralatan yang sudah ada, dan kenyamanan penghuni yang lebih konsisten melalui optimasi berkelanjutan.
Managing Director Colliers Indonesia, Mike Broomell, mengatakan kerja sama dengan Menara Astra menjadi salah satu penerapan teknologi berbasis AI pada sistem pengelolaan gedung komersial di Jakarta. "Teknologi tersebut memungkinkan pengaturan HVAC dilakukan berdasarkan data dan kondisi operasional yang berlangsung," kata Mike.
BTune dapat digunakan pada gedung yang disewakan maupun gedung yang ditempati pemilik sendiri, dengan syarat telah memiliki Building Management System (BMS) atau Building Automation System (BAS).
Potensi penerapannya meliputi, gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, pusat konvensi, hotel, dan properti berskala besar lainnya yang pengelolaannya terpusat Penerapan BTune di Menara Astra juga mencerminkan meningkatnya penggunaan manajemen gedung berbasis data (data-driven building management) pada sektor properti komersial Indonesia.
