Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Kemenkeu Bidik Rp20 Triliun dari Penerbitan SBR015, Kupon Capai 6,85%

2 min read
Kemenkeu Bidik Rp20 Triliun dari Penerbitan SBR015, Kupon Capai 6,85%
ilustrasi perbedaan SBN dan deposito, mana investasi yang menguntungkan? (pixabay.com/nattanan23)
  • Pemerintah menargetkan penjualan SBR015 sebesar Rp20 triliun dengan mempertimbangkan tren positif minat masyarakat terhadap SBN Ritel.

  • SBR015 memiliki dua pilihan tenor, kupon floating with floor, pembayaran bulanan, serta jaminan negara.

  • Masyarakat dapat membeli SBR015 mulai Rp1 juta, dengan fasilitas pencairan dana sebelum jatuh tempo sesuai ketentuan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa daya tarik utama SBR015 bagi investor?
Share Article

Jakarta, FORTUNE - Pemerintah membidik penjualan surat berharga negara jenis savings bond ritel yakni SBR015 sebesar Rp20 triliun. Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto menilai bahwa target tersebut realistis dengan mempertimbangkan tren positif minat masyarakat terhadap surat berharga negara (SBN) Ritel sepanjang tahun.

“Pemerintah senantiasa mencermati perkembangan permintaan dan kondisi pasar selama masa penawaran SBR015,” ujar Suminto pada Fortune Indonesia, Senin (28/9).

Selain itu, faktor lain yang mempengaruhi adalah potensi reinvestment dari investor SBN Ritel ORI024T3 yang akan jatuh tempo pada masa penawaran SBR015.

Menurut Suminto, pemerintah optimistis SBR015 akan memperoleh respons yang baik didukung oleh tingginya minat masyarakat pada penerbitan SBN Ritel sebelumnya.

“Capaian positif penerbitan SBN Ritel sebelumnya menunjukkan bahwa minat masyarakat untuk berinvestasi pada SBN Ritel terjaga kuat, sekaligus mencerminkan semakin luasnya basis investor domestik,” kata Suminto.

Suminto menilai, SBR015 memiliki karakteristik yang menarik di tengah dinamika suku bunga saat ini. Sebagai konteks, SBR015 ditawarkan dalam dua pilihan tenor, yakni SBR015T2 dengan tenor 2 tahun dan SBR015T4 dengan tenor 4 tahun.

Keduanya menggunakan skema kupon floating with floor, sehingga kupon akan menyesuaikan perkembangan BI-Rate, namun tidak akan turun di bawah tingkat kupon minimal yang telah ditetapkan.

Kupon awal SBR015T2 adalah sebesar 6,75 persen dan SBR015T4 sebesar 6,85 persen, yang dibayarkan setiap bulan. Pembayaran pokok dan kupon dijamin oleh negara sesuai ketentuan perundang-undangan. Masyarakat dapat membeli SBR015 dengan nilai investasi dimulai dari Rp1 juta. Selain itu, terdapat fasilitas early redemption atau pencairan dana sebelum jatuh tempo sesuai dengan ketentuan.

“Kombinasi keamanan, imbal hasil yang menarik, fleksibilitas kupon, serta kemudahan pembelian secara online menjadi beberapa daya tarik SBR015 bagi masyarakat,” ujar Suminto.

Sebagai catatan, SBN adalah surat berharga yang diterbitkan pemerintah untuk membiayai anggaran negara dan juga dapat menjadi instrumen investasi bagi pemegang karena memberikan imbal hasil berupa kupon yang dibayarkan tiap bulan.

Periode penawaran SBR015 dimulai hari ini, 28 September 2026 hingga 22 Oktober 2026.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More