Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Synology: 9 dari 10 Perusahaan RI Belum Siap Pulih dari Ransomware AI
Indonesia Country Manager Synology, Clara Hsu (tengah). Dok Fortune Indonesia
  • Survei Synology mencatat hanya 8,4 persen perusahaan di Indonesia yang merasa sangat siap bertahan dan pulih dari ancaman siber berbasis AI.

  • Sebanyak 24 persen perusahaan sangat yakin dapat memulihkan sistem dengan cepat setelah serangan ransomware.

  • Backup andal dan kelangsungan bisnis menjadi prioritas utama perusahaan Indonesia dengan persentase 53,9 persen.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2026

Synology mempublikasikan survei bertajuk Synology, 2026 Southeast Asia Survey. Survei mencatat kesiapan perusahaan Indonesia menghadapi ancaman siber berbasis AI dan ransomware.

Selasa (13/10)

Clara Hsu menyampaikan temuan survei tersebut di Synology Press Event 2026 di Jakarta. Ia menekankan pencegahan, kesiapan recovery, dan perlindungan backup.

saat ini

Backup yang andal dan kelangsungan bisnis menjadi prioritas pertama perusahaan Indonesia dengan persentase 53,9 persen.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Mayoritas perusahaan di Indonesia belum sepenuhnya yakin dapat bertahan dan pulih dari ancaman siber berbasis AI atau serangan ransomware.
  • Who?
    Perusahaan di Indonesia dan Synology, dengan keterangan dari Clara Hsu.
  • Where?
    Indonesia, dengan pernyataan Clara Hsu disampaikan di Synology Press Event 2026 di Jakarta.
  • When?
    Survei bertajuk Synology, 2026 Southeast Asia Survey dan acara Synology Press Event 2026 pada Selasa (13/10).
  • Why?
    Ancaman siber berbasis AI dan ransomware terus berkembang, sementara kesiapan pemulihan perusahaan masih terbatas.
  • How?
    Perusahaan perlu memperkuat pencegahan dan kesiapan recovery, serta mengelola backup secara terpusat dan terisolasi dari sistem produksi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Banyak perusahaan di Indonesia belum siap kalau ransomware menyerang. Hanya sedikit yang yakin bisa pulih dengan cepat. Clara Hsu dari Synology bilang perusahaan harus mencegah serangan dan menyiapkan pemulihan. Backup data harus dipisahkan dari sistem produksi supaya data dan kegiatan bisnis tetap bisa berjalan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Perusahaan Indonesia sudah menempatkan backup yang andal dan kelangsungan bisnis sebagai prioritas utama. Temuan ini menunjukkan perhatian terhadap pemulihan data dan keberlanjutan operasional, bukan hanya perlindungan dari kebocoran. Pengelolaan backup yang terpusat dan terisolasi juga menjadi langkah yang ditekankan untuk menghadapi risiko serangan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Mayoritas perusahaan belum sepenuhnya yakin dengan kemampuan recovery ketika terserang ransomware. Synology dalam surveinya yang bertajuk Synology, 2026 Southeast Asia Survey mengatakan bahwa hanya 8,4 persen perusahaan di Indonesia yang merasa sangat siap untuk bertahan dan juga bisa pulih dari ancaman siber yang berbasis AI.

Dalam kata lain, sebanyak 9 dari 10 perusahaan menyatakan belum sepenuhnya siap untuk bisa pulih dari ancaman siber yang berbasis AI.

"Bahkan ada 43 persen yang mengaku kalau tidak terlalu siap atau sama sekali tidak siap, bahkan ancamannya terus berkembang," ujar Clara Hsu di Synology Press Event 2026 di Jakarta, Selasa (13/10).

Menurut Clara, perusahaan harus siaga dalam memperkuat dua hal sekaligus yakni pencegahan dan kesiapan terhadap recovery setelah mendapat serangan. Dalam surveynya, Synology juga menemukan kesenjangan dari sisi recovery.

Menurut survei, hanya sekitar 24 persen perusahaan di Indonesia yang sangat yakin dapat melakukan pemulihan dengan cepat apabila terserang ransomware. "Jadi sisanya ada 76 persen perusahaan yang masih belum sepenuhnya yakin dengan kemampuan recovernynya," kata Clara.

Clara menggarisbawahi pentingnya melakukan backup data yang terlindungi bagi sebuah perusahaan. Menurutnya, karena backup adalah garis pertahanan terakhir, sehingga backup itu tidak boleh ditempatkan bersamaan dengan sistem produksi.

Oleh sebab itu, Clara menilai bahwa backup harus dikelola secara terpusat dalam satu lingkungan dan terisolasi dari risiko produksi.

"Kalau sistem produksi dan infra itu dipakai bersamaan dalam satu sistem yang sama, bayangkan kalau sistem itu terenkripsi atau diserang ransomware. Semuanya jebol," ujarnya.

Synology juga menemukan bahwa saat ini, backup yang andal dan kelangsungan bisnis dipilih sebagai prioritas perusahaan Indonesia di posisi pertama dengan persentase 53,9 persen. Pada posisi kedua adalah memperkuat keamanan data dengan persentase 43 persen. Sementara itu, cost control ada di posisi ketiga dengan persentase 32,8 persen.

"Artinya yang paling dikhawatirkan oleh perusahaan di Indonesia itu bukan cuman data yang bocor. Tapi operasional bisnis itu enggak boleh berhenti. Apapun yang terjadi, operasional bisnis tetap harus jalan dan data harus bisa di-recovery pada saat dibutuhkan," kata Clara.

Curated For You

Editorial Team

Related Article