Comscore Tracker
BUSINESS

Enam Proyeksi Tren Pemasaran di 2022 Untuk Bantu Bisnis Makin Cuan

Tren akan membentuk masa depan pemasaran.

Enam Proyeksi Tren Pemasaran di 2022 Untuk Bantu Bisnis Makin CuanShutterstock/mrmohock

by Bayu Pratomo Herjuno Satito

Jakarta, FORTUNE –  Tahun 2022 tinggal menghitung hari. Pandemi yang belum juga mereda masih menjadi tantangan bagi sektor bisnis ke depan. Hal ini juga dialami sektor pemasaran, yang memegang peran penting dalam sebuah bisnis.

Pandemi memberikan pembelajaran dan strategi pemasaran modern memerlukan pemahaman lebih luas tentang cara terbaik dan paling efektif untuk menjangkau konsumen. Hal ini seiring  dengan berkembangnya  zaman yang sangat dinamis dan situasi yang tidak menentu.

Perusahaan teknologi yang bergerak di bidang pemasaran, Oracle, menyusun sebuah kajian yang mengemukakan semua tren pembentuk rencana pemasaran yang perlu diketahui sebelum menghadapi 2022.

Tanpa konteks yang lebih luas tentang apa yang terjadi di seluruh industri dan bagaimana perilaku konsumen berkembang, maka pemasar tertinggal selangkah. Berikut ini adalah proyeksi mengenai enam tren penentu teratas di bidang pemasaran di tahun 2022.

Tren 1: Kekuatan demokratisasi data

Ledakan pengumpulan data selama 20 tahun terakhir telah memicu obsesi dunia bisnis dengan strategi berbasis data. Statista mencatat, jumlah total data yang dibuat, diambil, disalin, dan dikonsumsi secara global telah meningkat lebih dari 5000 persen sejak 2010. Angka ini diperkirakan terus tumbuh pada tingkat eksponensial hingga 2025. Situasi pun berada di titik kritis, di mana banyak data, namun belum mendapatkan cara mengaktifkannya.

Demokratisasi data akan menjadi solusinya. Hal ini bertumpu pada gagasan bahwa akses ke data tersebar di seluruh organisasi—mencakup peran lintas fungsi dan departemen—dengan tujuan memanfaatkan kekuatannya untuk menciptakan pandangan 360 derajat dari pelanggan yang mendorong pengalaman dan hasil bisnis yang lebih baik.

Kecerdasan buatan akan memainkan peran penting dalam pengelolaan data. Para pemimpin bisnis perlu memahami sejumlah besar informasi dan menghubungkan data antara pengklasifikasian organisasi. Penjualan perlu terhubung dengan layanan, dan layanan ke pemasaran, serta back-office ke front-office, sehingga konsumen dapat menikmati pengalaman yang benar-benar mulus.

Tren 2: Pengembangan personalisasi konsumen

Personalisasi konsumen sebenarnya sudah dilakukan saat ini dan tahun-tahun sebelumnya. Namun, ternyata hal ini memunculkan sebuah fakta bahwa bisnis tak lagi bersaing dalam kategori pasar atau industri, namun lebih pada pengalaman para konsumen yang dipersonalisasi.

Konsumen pun mengharapkan tingkat layanan dan pengalaman yang sama, tidak peduli dengan siapa mereka berbisnis.

Studi terbau Capco mengungkapkan, 72 persen responden menilai personalisasi sebagai faktor "sangat penting", dibandingkan 8 persen yang mengatakan tidak. Ini berbicara tentang evolusi personalisasi yang kini mencakup semua bagian bisnis. Dari pusat layanan hingga email pemasaran dan iklan, hingga pengalaman berbelanja di dalam toko, pelanggan mengharapkan pengalaman yang disesuaikan dengan mereka.

Dengan pandemi yang terus berkembang, para pemasar berada di kursi panas. Sebagai pemilik hubungan pelanggan, mereka ditugaskan memberikan personalisasi omni-channel untuk memastikan pengalaman pelanggan yang mulus di seluruh saluran, perangkat, dan platform—tugas yang sangat besar di waktu terbaik.

Tren 3: Madtech yang berkelanjutan dan semakin terukur

Pertama kali disebutkan oleh seorang konsultan pemasaran bernama David Raab pada 2015, istilah MadTech adalah gabungan aset terbaik dari teknologi iklan dan pemasaran. Istilah ini menyatukan jangkauan MarTech yang dipersonalisasi dan individual dengan kumpulan data besar AdTech.

Ketika teknologi pemasaran dan teknologi periklanan terintegrasi, pengelolaan akan terus bergulat dengan pengurangan kompleksitas operasional, menghilangkan tumpang tindih kemampuan, dan mengurangi jejak karbon mereka dengan cara apa pun yang memungkinkan. Improvisasinya, di masa depan tumpukan teknologi dituntut untuk lebih sederhana dan lebih efisien.

Menurut kajian yang dilakukan, konsolidasi Madtech diprediksi akan terus tumbuh pada tahun 2022 dan seterusnya. Namun, konsolidasi ini akan didorong oleh kebutuhan untuk mengurangi jejak karbon, di samping mengembangkan temuan-temuan holistik dari para pelanggan.

Tren 4: Kekuatan merek dorong retensi dan loyalitas

Saat dunia pulih dari pandemi global, pelanggan ingin membeli dari merek yang mereka percayai, dan mereka akan tetap setia kepada merek yang memperlakukan mereka dengan hormat. Kepercayaan adalah ekuitas di mana merek dapat membangun dan mempertahankan pelanggan setia sehingga mereka dapat menjadi aset akuisisi terbesar melalui rujukan dan jaringan media sosial.

Tren ini membuat perusahaan akan mengalihkan anggaran mereka dari akuisisi ke retensi. Forrester memperkirakan "pembelanjaan untuk loyalitas dan pemasaran retensi akan meningkat 30 persen karena CMO menegaskan kendali atas siklus hidup pelanggan."

Merek yang diusung oleh perusahaan akan mengadopsi program loyalitas, yang tidak hanya memberi penghargaan kepada anggota untuk pembelanjaan, tetapi juga untuk keterlibatan dan interaksi. Ini berarti anggota program loyalitas yang paling aktif juga membangun, berbagi, dan menyebarkan jenama perusahaan Anda.

Tren 5: Pemasaran jadi bagian dari inti penjualan

Situasi pandemi yang membuat kegiatan serba terbatas membuat para konsumen lebih sering melakukan sebagian besar penelitian mereka tentang produk dan solusi baru secara mandiri, sebelum menghubungi bagian penjualan.

Oleh karena itu, terjadi peningkatan investasi yang signifikan dalam transformasi digital untuk pemasaran dan hubungannya dengan penjualan serta layanan, sebagai ekosistem pengalaman menyeluruh yang lengkap.

Pemasaran saat ini memainkan peran yang jauh lebih penting dalam mendorong penjualan dan kesuksesan bisnis daripada sebelumnya karena kedekatannya dengan pelanggan, dan keterlibatannya dengan kehidupan sehari-hari mereka. Dengan kebutuhan membangun kepercayaan dan loyalitas konsumen—keduanya elemen yang didorong oleh pemasaran—pemasaran menjadi pusat dari proses penjualan.

Loyalitas dan kepercayaan pelanggan menjadi dasar untuk hubungan pelanggan jangka panjang. Dengan pemasaran sebagai bagian dari inti penjualan, tahun 2022 diprediksi akan lebih banyak bisnis yang menekankan kampanye dan inisiatif pemasaran siklus hidup, yang dirancang untuk membuat konsumen tetap terlibat dan berinvestasi dalam sebuah jenama.

Tren 6: Sistem penargetan dengan ‘cookie’ makin ketinggalan zaman

Selama ini, cookie pihak ketiga adalah andalan dalam analisis target pasar dan penentuan strategi serta langkah sebuah perusahaan. Namun, masa penggunaan teknologi ini akan semakin habis karena adanya kesenjangan dalam jangkauan dan skala dibandingkan apa yang biasa kita alami melalui penggunaan cookie dan ID audiens.

Untuk itu, para pebisnis dan pemasar harus siap ke depan, dimana privasi pelanggan memainkan peran yang sangat besar dan beradaptasi dengan baik. Solusinya akan beragam dan bervariasi tergantung pada ujung spektrum pemasaran dan periklanan mana yang masuk. Berikut adalah beberapa kombinasi yang direkomendasikan oleh Oracle:

  • Kecerdasan pelanggan yang ditingkatkan, di mana fokus bergeser dari hanya melihat perilaku historis pelanggan terbaik menjadi pertimbangan terhadap kemungkinan pola pikir mereka dan menargetkan momen-momen penting dalam hidup. Wawasan inilah yang akan memungkinkan pemasar untuk mengeksploitasi alat-alat baru yang sudah mulai mengisi kesenjangan.
  • Pengidentifikasi audiens yang dirancang untuk beroperasi dalam ekosistem ramah privasi yang berpusat pada konsumen.
  • Kecerdasan kontekstual yang memungkinkan kemampuan penargetan anonim berdasarkan konten halaman dan pola pikir konsumen.
  • Solusi pengukuran objektif yang dibangun di atas teknologi yang dibangun dengan pendekatan privasi di seluruh platform.

Related Articles