Comscore Tracker
BUSINESS

Memahami Utilitas Untuk Menerapkan Nilai Barang dan Jasa

Utilitas bisa mempengaruhi permintaan, termasuk harga.

Memahami Utilitas Untuk Menerapkan Nilai Barang dan JasaShutterstock_FarknotArchitect

by Bayu Pratomo Herjuno Satito

Jakarta, FORTUNE – Dalam perhitungan nilai ekonomi barang atau jasa, seperti properti atau ojek online, kita mengenal satu istilah yang disebut utilitas.

Dengan mengetahui utilitas, kita berarti juga akan bisa mendapatkan ukuran kepuasan pengguna atau pemilik atas suatu barang. Semakin tinggi nilai utilitas suatu barang, maka barang tersebut bisa dianggap semakin bermanfaat bagi penggunanya.

Melansir rumah.com, memahami utilitas cukup penting dalam sektor properti, karena bisa mempengaruhi permintaan, termasuk harga yang beredar di pasaran. Fortune Indonesia akan mengulas lebihmendalam mengenai pengertian utulitas, fungsi dan contohnya dalam kegiatan ekonomi sehari-hari dengan melansir berbagai sumber.

Pengertian utilitas

Menurut Investopedia, utilitas dalam ilmu ekonomi bisa diartikan sebagai kepuasan total atau manfaat yang diperoleh dari mengkonsumsi barang atau jasa. Hal ini kemudian digunakan untuk menentukan nilai dari barang atau jasa yang dimiliki atau diperdagangkan. Berdasarkan teori ekonomi, konsumen akan selalu berusaha  memaksimalkan utilitas mereka.

Investopedia menuliskan utilitas tak dapat diukur, namun sejumlah ekonom meyakini bahwa utilitas secara tidak langsung bisa diperkirakan, dengan melihat kegunaan barang atau jasa. Utilitas sebuah barang atau jasa itu ditunjukkan dari sejauh mana kemampuannya dalam memuaskan keinginan atau kebutuhan konsumen.

Dalam sektor properti, utilitas akan menunjukkan seberapa tinggi nilai sebuah bangunan. Makin tinggi utilitas menunjukkan makin tinggi pula keinginan konsumen untuk memiliki properti tersebut, dengan demikian tingginya utilitas akan berpengaruh pada harga jual atau sewa properti tersebut.

Jenis utilitas

mesin kopi

Dari penjelasan tersebut, pengertian utilitas bisa diturunkan kembali  menjadi beberapa jenis, yang mengacu pada kepentingan psikologis yang melekat. Hal ini perlu dipahami untuk bisa lebih menilai manfaat suatu barang, mengingat uitilitas sendiri adalah konsep abstrak yang sulit dihitung secara konkret. Berikut ini rinciannya: 

  1. Utilitas bentuk
    Utilitas bentuk adalah kepuasaan memakai suatu barang akan lebih tinggi apabila suatu benda diubah bentuknya. Contohnya, manfaat besi akan lebih optimal ketika dibentuk sebagai pagar, tangga, dan bentuk-bentuk lainnya. Dengan demikian, besi punya utilitas yang cukup tinggi.
  2. Utilitas tempat
    Utilitas yang dinilai berdasarkan tempatnya berada. Sebagai contoh, batu kali akan lebih berguna ketika dipindahkan ke tempat lain sebagai bahan pembuat pondasi, daripada saat dibiarkan berada di sungai.
  3. Utilitas waktu
    Kegunaan suatu barang atau jasa yang maksimal dalam jangka waktu tertentu atau saat keberadaan barang tersebut dibutuhkan. Misalnya, utilitas jas hujan akan tinggi saat musim hujan atau pada saat hujan turun.
  4. Utilitas kepemilikan
    Karakter ini dinilai optimal saat sebuah barang atau jasa dimiliki oleh sosok yang tepat. Misalnya, Pisau masak akan bernilai sangat tinggi saat dimiliki oleh seorang juru masak. Nilai ini akan berbeda ketika pisau tersebut dimiliki oleh seorang juru parkir.

Model utilitas

Untuk memperkirakan utilitas dari sebuah barang atau jasa, maka kita perlu mengetahui beberapa model yang kerap digunakan untuk mendasari pengukuran manfaat dari barang serta jasa. Pengelompokan cara menilai ini berguna saat kita ingin melakukan analisis permintaan. Berikut ini adalah beberapa di antaranya:

  1. Utilitas ordinal
    Utilitas ordinal adalah penilaian yang dilakukan oleh konsumen secara subyektif dan realistis. Pendekatan ini menegaskan bahwa utilitas tak bisa dihitung, melainkan hanya bisa dibandingkan. Orang yang menggunakan barang atau jasa akan menetapkan preferensi untuk barang atau jasa yang berbeda, dan tidak bersifat kaku.
  2. Utilitas cardinal
    Utilitas kardinal mengukur kepuasan secara obyektif secara kuantitatif. Meski dianggap jadi kurang realistis, namun penghitungan ini lebih mudah dipahami secara logika. Ukuran perhitungan utilitas ini dalam pendekatan ini disebut sebagai “util” atau unit utilitas. Asumsinya, satu util sama dengan satu unit uang.
  3. Utilitas total
    Penghitungan ini mendasarkan penilaian pada kepuasan total yang diperoleh konsumen dari mengonsumsi sejumlah barang atau jasa, sampai titik konsumsinya tidak bertambah lagi. Hitungan yang dijumlahkan berasal dari nilai utilitas setiap konsumsi yang dilakukan, yang dijelaskan sebagai utilitas marjinal
  4. Utilitas marjinal
    Utilitas ini serupa dengan cardinal, namun diterapkan pada konsumsi yang bisa dilakukan berulang, misalnya konsumsi sebuah potongan pizza untuk pertama kali diberi nilai 10 util, potongan kedua bernilai 8 util, dan ketiga hanya 2 util. Ekonom menggunakan utilitas marjinal untuk menentukan berapa banyak barang yang konsumen ingin beli. Karena kepuasan dari konsumsi tambahan tadi menurun (menjadi utilitas marjinal), konsumen akan membeli lebih banyak barang jika harganya lebih rendah.

Demikianlah ulasan tentang apa itu utilitas dan bagaimana menerapkannya untuk bisa menganalis permintaan dan penawaran barang serta jasa. Dengan mengetahui lebih dalam tentang hal ini, maka kita bisa menjalani bisnis dengan lebih bijak dan menguntungkan.

Related Articles