BUSINESS

Mengenal Fast Fashion, Ciri, dan Dampak yang Ditimbulkan

Semua bisnis pasti punya sisi gelap.

Mengenal Fast Fashion, Ciri, dan Dampak yang Ditimbulkanilustrasi fashion (unsplash.com/Hannah Morgan)

by Bayu Pratomo Herjuno Satito

12 October 2023

Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE – Fesyen adalah salah satu cabang industri kreatif yang memiliki nilai cukup besar di Indonesia. Namun, rupanya sektor ini juga memiliki dampak cukup besar terhadap lingkungan, khususnya terkait limbah pakaian dalam industri fast fashion.

Laman resmi zerowaste.id, menuliskan sebelum memasuki zaman revolusi industri, fashion merupakan sebuah produk yang mahal, karena dijahit dengan tangan dan sangat detail. Dampaknya, fesyen hanya dapat dibeli oleh kalangan tertentu saja.

Kemudian, pada zaman revolusi industri, dan muncul berbagai teknologi–salah satunya mesin jahit–istilah fast fashion pun mulai dikenal.

Seiring waktu berjalan, fast fashion pun semakin berkembang, bahkan jadi hal biasa dalam dunia industri kreatif. Untuk lebih memahami arti dan informasi lain tentang fast fashion, berikut ini Fortune Indonesia akan mengulasnya lebih jauh.

Pengertian

Sesuai namanya, Fast fashion merujuk pada produk pakaian yang dibuat dengan proses yang cepat, menggunakan bahan baku yang berkualitas rendah, serta dijual dengan harga murah.

Dengan begitu, fast fashion dapat dibeli oleh semua orang yang berasal dari berbagai kalangan, tetapi efek buruknya produk-produk tersebut mudah rusak atau tak bertahan lama.

Zerowaste menyebut fast fashion sebagai istilah yang digunakan oleh industri tekstil yang memiliki berbagai model fashion yang silih berganti dalam waktu yang sangat singkat, serta menggunakan bahan baku yang berkualitas buruk, sehingga tidak tahan lama.

Selain itu, industri fast fashion seringkali tidak memperhatikan dampak buruk terhadap lingkungan dan mengorbankan keselamatan para pekerjanya. Mereka mempekerjakan wanita yang berpendidikan rendah, muda, dan imigran.

Para pekerja pun bisa bekerja sampai 14 jam/hari, upah rendah, tidak ada jaminan asuransi jiwa atau jaminan keselamatan kerja, serta harus bekerja dalam kondisi yang berbahaya untuk memproduksi produk fast fashion. Kebanyakan industri fast fashion terletak di Asia dan di Negara berkembang, seperti Bangladesh, India, bahkan Indonesia.

Ciri

Dari pengertian di atas, bisa disimpulkan terdapat beberapa ciri-ciri fast fashion, seperti:

  1. Produk fast fashion memiliki banyak model dan selalu mengikuti tren terbaru.
  2. Model fashion selalu berganti dalam waktu yang sangat singkat.
  3. Diproduksi pada negara Asia dan negara berkembang, dimana pekerja digaji dengan sangat murah tanpa ada jaminan keselamatan kerja dan upah yang layak, salah satunya di Indonesia.
  4. Menggunakan bahan baku yang tidak berkualitas (murah) dan tidak tahan lama.

Related Topics