Jakarta, FORTUNE - PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) telah menggenjot ekspansi toko fisik atau luring selama 2026. Sampai dengan September 2026, perseroan telah membuka 102 toko baru.
Chief Corporate Officer sekaligus Investor Relations BELI, Eric Winarta, megnatakan, ekspansi yang perseroan lakukan secara nasional adalah bagian dari penerapan penguatan strategi omnichannel perusahaan. Secara total, BELI telah mengoperasikan 347 toko elektronik konsumen, 24 toko elektronik rumah tangga, serta 1 toko fesyen dan olahraga.
"Selain itu, kami juga mengelola 60 gerai supermarket premium yang dioperasikan Ranch Market dan 39 Home and Living Experince Centers yang dioperasikan oleh Dekoruma," kata Eric dalam paparan publik BELI, Rabu (14/10).
Berdasarkan lokasi, 187 gerai elektronik konsumen Blibli berada di Jawa di luar Jakarta, 67 gerai di Jakarta, 56 gerai di Sumatra, 12 gerai di Kalimantan, 13 gerai di Sulawesi, dan 12 gerai lainnya di Bali.
Di sisi lain, gerai elektronik rumah tangga BELI terfokus di area Jawa di luar Jakarta. Sementara gerai fesyen dan olahraga berlokasi di Jakarta saja. Untuk supermarket premium, sebanyak 31 toko berada di Jakarta, 23 di Jawa di luar Jakarta, 2 gerai di sumatra, 2 gerai di Kalimantan, 1 gerai di Sulawesi, serta 1 lagi di Maluku.
Bagaimana dengan gerai home and living experience centers? Jaringannya tersebar dengan perincian berikut: 8 gerai di Jakarta, 17 gerai di Jawa luar Jakarta, 7 gerai di Sumatra, 3 gerai di Kalimantan, 2 gerai di Sulawesi, dan 2 gerai lagi di Bali.
Menurut Chief Commercial Officer & Co-Founder BELI, Hendry, ekspansi jaringan omnichannel, yang mengintegrasikan bisnis luring dan daring perseroan, masih akan menjadi fokus dari strategi mereka. Tujuannya, mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan meningkatkan kinerja profitabilitas perseroan secara menyeluruh.
Bagi perseroan, bisnis daring menjadi pilar penting dalam menjaga pelanggan dan mendorong transaksi. Sementara itu, ekspansi gerai fisik pada kategosi ponsel, barang elektronik konsumen, groceries, dan home living memungkinkan untuk memberikan pengalaman belanja produk secara langsung dan personal.
"Kami tidak melihat keduanya [bisnis luring dan daring] sebagai pilihan yang saling menggantikan, tetapi sebagai saluran yang saling melengkapi dan memberikan pengalaman berbelanja lebih baik dan seamless kepada pelanggan," kata Hendry.
Sebagai konteks, pada semester-I 2026, BELI membukukan pendapatan bersih konsolidasi senilai Rp14,83 triliun.