Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Pertamina dan PAL Jaya Jajaki Limbah FOG untuk Biofuel

2 min read
Pertamina dan PAL Jaya Jajaki Limbah FOG untuk Biofuel
Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza bersiap melakukan penandatanganan Kerjasama antara PT Pertamina dengan PT Perumda PAL dan PT Transportasi Jakarta saat Kegiatan Penandatanganan BUMD, BUMN dan Perangkat Daerah yang diselenggarakan di Balai Kota, Jakarta pada Senin (12/10/2026) / (dok Pertamina)
  • Pertamina dan PAL Jaya menandatangani MoU untuk menjajaki pemanfaatan FOG sebagai bahan baku biofuel, termasuk SAF.

  • Kerja sama ini mengkaji FOG sebagai sumber bahan baku alternatif untuk pengembangan bahan bakar rendah karbon.

  • Penjajakan tersebut menjadi dasar untuk mengidentifikasi peluang kerja sama lebih lanjut dalam pengelolaan limbah dan energi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - PT Pertamina (Persero) menjajaki pemanfaatan lemak, minyak, dan lemak padat atau fat, oil, and grease (FOG) yang dihasilkan atau dikelola Perusahaan Umum Daerah Pengelolaan Air Limbah Jaya (PAL Jaya) sebagai bahan baku biofuel, termasuk sustainable aviation fuel (SAF).

Penjajakan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara kedua pihak.

Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, mengatakan kerja sama tersebut bertujuan mengkaji potensi pemanfaatan FOG sebagai sumber bahan baku alternatif untuk pengembangan bahan bakar rendah karbon.

"Penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan bagian dari inisiatif Pertamina menuju transisi energi bersih, sekaligus mendukung upaya pencapaian target emisi rendah karbon secara berkelanjutan," kata Oki dalam keterangan resmi, Rabu (14/10).

Bagi Pertamina, penjajakan ini merupakan bagian dari upaya pengembangan low-carbon business melalui optimalisasi potensi sumber daya alternatif. Pendekatan waste to energy membuka peluang untuk mengidentifikasi pemanfaatan limbah yang memiliki nilai tambah sekaligus mendukung pengembangan energi rendah karbon.

Menurutnya, pengelolaan limbah FOG termasuk dalam pendekatan ekonomi sirkular, yabg menilai limbah bukan sebagai akhir dari sebuah proses, melainkan sebagai sumber daya yang masih dapat dimanfaatkan.

Hasil kerja sama pengkajian FOG sebagai bahan baku biofuel diharapkan dapat menjadi dasar untuk mengidentifikasi peluang pengembangan kerja sama lebih lanjut. Dengan demikian, kedua pihak dapat memahami potensi yang ada sebelum menentukan langkah selanjutnya.

"Kami berupaya melihat bagaimana limbah yang selama ini perlu dikelola dapat diarahkan menjadi sesuatu yang bernilai bagi sektor energi," tandas dia.

Sebelumnya Pertamina juga dikabarkan mengembangkan pemanfaatan minyak jelantah (used cooking oil/UCO) sebagai bahan baku sustainable aviation fuel (SAF) atau bahan bakar penerbangan berkelanjutan.

    Share Article
    Editorial Team
    Ekarina .
    EditorEkarina .

    Related Articles

    See More