BSI Bidik Transaksi Dari Gelaran Expo Meningkat 30%

BSI membidik kenaikan transaksi 10 hingga 30 persen dalam BSI International Expo pada 22-25 Oktober 2026.
Expo tersebut menjadi bagian dari upaya BSI memperkuat rantai nilai industri halal dan mendukung pertumbuhan UMKM binaan.
BSI menargetkan lebih banyak pengunjung, terutama generasi Z dan milenial, melalui gamifikasi, olahraga, konser, dan hiburan.
Jakarta, FORTUNE - Bank Syariah Indonesia (BSI) menargetkan peningkatan jumlah transaksi 10 hingga 30 persen selama ajang pameran BSI International Expo yang akan digelar pada 22-25 Oktober 2026. Pada tahun lalu, pemaran tersebut mencatat nilai transaksi Rp2,6 triliun.
SEVP Digital Banking BSI, M. Misbahul Munir mengatakan BSI International Expo merupakan slah satu strategi BSI memperkuat rantai nilai industri halal melalui pemanfaatan pembiayaan, digitalisasi, transaksi, dan akses pasar bagi UMKM binaan.
"Kami ingin pelaku usaha tidak berhenti pada tahap memiliki produk yang baik, tetapi memiliki kapasitas untuk tumbuh dan bersaing. Karena itu, BSI juga melakukan pembinaan melalui UMKM Center, digitalisasi, pendampingan sertifikasi halal, hingga mempertemukan pelaku usaha dengan potensial buyer, termasuk dari pasar global," ujar Misbahul, Kamis (24/9).
Menurut Misbahul, industri halal memiliki ruang pertumbuhan yang besar seiring meningkatnya konsumsi masyarakat Muslim. Dia mengutip State of the Global Islamic Economy Report (SGIE) 2025/26 yang mencatat belanja konsumen Muslim pada enam sektor ekonomi Islam mencapai US$2,60 triliun pada 2024. Angka tersebut diproyeksikan meningkat menjadi US$3,56 triliun pada 2029.
Selain menargetkan pertumbuhan transaksi, BSI juga menargetkan jumlah pengunjung expo tahun ini meningkat setidaknya 10 persen dibandingkan tahun lalu. Salah satu segmen yang ingin diperluas adalah generasi muda, khususnya generasi Z dan milenial.
Selain mendorong transaksi selama expo, BSI berharap UMKM dan bisnis lokal untuk tumbuh dari sisi kapasitas, akses pembiayaan, digitalisasi, hingga perluasan pasar.
Dengan demikian, dampak yang dibangun tidak berhenti pada penyelenggaraan expo, tetapi diharapkan berlanjut menjadi hubungan bisnis dan peluang pertumbuhan setelah event berlangsung.



















