BUSINESS

Etika Bisnis: Pengertian, Prinsip, dan Contohnya

Pebisnis wajib tahu

Etika Bisnis: Pengertian, Prinsip, dan Contohnyailustrasi etika bisnis (unsplash/krakenimages)
24 May 2024

Dalam dunia bisnis, istilah Etika Bisnis sangat familier didengar oleh para pelaku usaha. Sesuai dengan namanya, aspek tersebut berkaitan dengan norma dan tata cara pengelolaan bisnis yang mencakup aspek sosial.

Agar bisnis berjalan lancar dan aman, etika wajib dipatuhi oleh setiap pelaku bisnis. Hal tersebut juga bisa berdampak positif bagi kemajuan perusahaan atau bisnis yang dijalankan.

Maka dari itu, setiap pelaku usaha wajib memahami etika dalam berbisnis. Lantas, apa sebenarnya etika bisnis? Simak selengkapnya di bawah ini.

Pengertian etika bisnis

Untuk bisa memahami konsep etika dalam bisnis, Anda bisa memulainya dari pengertiannya. Dilansir Investopedia, etika bisnis adalah seperangkat prinsip-prinsip moral, kebijakan, nilai-nilai yang mengatur cara perusahaan atau suatu bisnis dalam beraktivitas.

Sederhananya, etika yang dimaksud berkaitan dengan kode etik yang ditetapkan sebagai dasar pertimbangan pengambilan keputusan. Dalam konteks ini, pelaku bisnis wajib mempertimbangkan konsekuensi sosial, lingkungan, dan ekonomi.

Tidak hanya berlaku di lingkungan perusahaan, etika juga perlu diterapkan ketika berinteraksi dengan pelanggan, mitra, masyarakat, dan pihak lainnya.

Maka dari itu, setiap pelaku usaha harus menjadikan etika bisnis sebagai pedoman dan standar berperilaku.

Tujuan etika bisnis

Etika dalam bisnis menjadi bagian penting dalam perkembangan dan kemajuan perusahaan. Setidaknya, ada beberapa tujuan yang ingin dicapai dengan menerapkan etika dalam suatu bisnis. Berikut beberapa tujuannya.

  • Memastikan perusahaan beroperasi dengan norma dan hukum yang berlaku, sehingga menjadi kehormatan perusahaan.
  • Membangun kepercayaan dan hubungan jangka panjang dengan stakeholder sehingga berdampak pada perkembangan bisnis.
  • Membantu meningkatkan kesadaran akan pentingnya moral dan etika dalam berbisnis guna menghindari perselisihan atau persaingan yang tidak sehat.
  • Pelaku bisnis bisa termotivasi untuk bisa meningkatkan kemampuan yang dimilikinya.
  • Membuat batasan dalam berperilaku guna menghindari kecurangan dan tindakan yang tidak baik lainnya.

Related Topics

    © 2024 Fortune Media IP Limited. All rights reserved. Reproduction in whole or part without written permission is prohibited.